
Pendidikan Gratis Sulsel Tercoreng Anarki Mahasiswa

Makassar (ANTARA News) - Program pendidikan gratis Sulawesi Selatan tercoreng oleh aksi anarki dan tawuran mahasiswa yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
"Saya ingin mengetahui seperti apa pendidikan gratis di Sulsel, karena kalau dilihat di televisi sering terjadi kekerasan dalam aksi mahasiswa," kata anggota Komisi IV DPRD Bali, Kari Subali, di Makassar, Sabtu.
Sebanyak 13 anggota Komisi IV DPRD Bali studi banding ke Sulsel, Jumat, mereka mempertanyakan, penyelenggaraan pendidikan gratis, kesehatan gratis, maksimalisasi PAD dari bandara, serta tunjangan dan fasilitas yang di peroleh anggota DPRD.
Ketua Komisi E DPRD Sulsel HAM Yagkin Padjalangi menyebutkan, apa yang disiarkan di media hanyalah potret buruk mahasiswa, sementara sisi baiknya tidak pernah di tayangkan.
"Apa yang ada di TV sama sekali tidak menggambarkan kondisi secara keseluruhan, hanya sedikit saja yang begitu namun itu terus yang ditampilkan. Kalau ada yang pergi jalan-jalan di sini maka kondisinya sangat berbeda," jelasnya.
Meski begitu, Yagkin mengakui jika sebagian aksi-aksi mahasiswa Makassar, cenderung keras dan radikal.
Yagkin mengemukakan, Sulsel pada APBD 2010 menganggarkan Rp200 miliar untuk membiayai pendidikan gratis di 24 kabupaten/kota.
Anggota DPRD Sulsel lainnya, Armin Mustamin Toputiri, mengatakan bahwa program pendidikan gratis Sulsel yang sudah berjalan dua tahun secara perlahan menjauhkan mahasiswa dari aksi anarkis.
"Kita memiliki beasiswa untuk 100 program doktor internasional, 100 doktor dalam negeri, dan 800 beasiswa S1 dan S2 dalam dan luar negeri. Ini salah satu upaya Sulsel untuk memperbaiki pola pikir mahasiswa," tuturnya. (T.pso-099/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
