Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Masih Miliki Daerah Terkotor

Jumat, 30 Januari 2009 16:03 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Tim Adipura selama September hingga Oktober 2008 tercatat sebanyak sembilan kabupaten di Sulawesi Selatan dilaporkan masih tergolong sebagai daerah yang kotor.

Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Regional Sulawesi, Maluku dan Papua, Ridwan Tamrin, di Makassar, Jumat, menyebutkan bahwa sejumlah kabupaten yang masih tergolong kotor diantaranya Kabupaten Pinrang, Maros, Sinjai, Pinrang, Enrekang, Luwu Utara, Luwu Timur, Bantaeng, dan Selayar.

Daerah-daerah tersebut, lanjut dia, masih dianggap belum mampu melakukan pengelolaan sampah dengan baik, menyediakan ruang terbuka hijau yang cukup, dan masih tingginya tingkat pencemaran air.

Ketiga hal itu merupakan poin pokok yang harus dipenuhi setiap pemerintah kabupaten/kota untuk meraih piala adipura pada tahun ini, katanya.

"Penilaian kami hanya tiga saja yang ditangani yakni mengenai masalah sampah, masalah ruang terbuka hijau, dan masalah pencemaran air," ungkapnya.

Dia menjelaskan, bentuk kegiatan tim penilai Adipura adalah dengan melakukan pemantauan dan evaluasi, serta melakukan penguatan infrastruktur terkait dengan ketiga komponen utama yang akan menjadi sorotan tim Adipura.

Dia mengharapkan, pemerintah kabupaten dapat segera melakukan pembenahan terhadap lingkungan perkotaan mereka. Sebab, penilaian Adipura tahap kedua rencananya akan dilakukan pada Februari hingga Maret 2009.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang menyayangkan masih banyaknya kabupaten yang kurang memperhatikan sistem pengelolaan lingkungan mereka. Padahal, pemerintah provinsi Sulsel telah mencanangkan sejumlah program pengelolaan lingkungan seperti Sulsel Go Green yang mengharuskan penyiapan kebutuhan ruang terbuka hijau di setiap kabupaten tersedia

Agus meminta, pemerintah kabupaten/kota di Sulsel segera membenahi sejumlah sarana dan dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan. Sehingga, jumlah kabupaten/kota yang menerima piala adipura tahun ini dapat mengalami peningkatan dibanding tahun 2008 lalu.

"Walikota dan Bupati diminta segera melakukan pembenahan daerah-daerah mereka, tantangan penerimaan Adipura seharusnya dapat di wujudkan tahun ini," harapnya.

Data Kementerian Lingkungan Hidup mencatat sebanyak tujuh kabupaten/kota di Sulsel telah memperoleh Piala Adipura pada tahun 2008 lalu.

Pemerintah provinsi mengharapkan sejumlah kabupaten/kota di Sulsel yang telah meraih Piala Adipura dapat mempertahankan daerah mereka untuk dapat memperoleh penghargaan lingkungan tersebut pada tahun ini.

(T.PK-HK/Z002)