Logo Header Antaranews Makassar

Bocah Hanyut Ditemukan Setelah 10 Hari

Selasa, 5 Oktober 2010 01:45 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Eka Fitria, seorang bocah berusia tiga tahun yang dilaporkan hanyut di selokan sejak Sabtu (25/9), ditemukan oleh warga di kanal Komplek Asalea Jalan Pandang Raya, Makassar setelah 10 hari pencarian oleh keluarga dan Basarnas.

Warga yang melihat jenazah korban yang sudah tidak utuh lagi langsung geger dan melaporkannya ke Polsekta Panakkukang Makassar, Senin.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian kemudian membawanya ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara sebelum dibawa keluarganya pulang untuk dimakamkan, Senin malam.

Jamil, orang tua korban yang mengetahui anaknya sudah ditemukan meminta kepada petugas otopsi Rumah Sakit Polri Bhayangkara untuk dimandikan dan dikafani sebelum dimakamkan.

"Saya sudah ikhlas menerima semuanya dan saya bersyukur karena masih sempat menemukan jenazah anakku yang sudah hilang sejak 10 hari lalu," ujarnya.

Sebelumnya, Eka dilaporkan hilang oleh orang tuanya setelah air selokan di Komplek Perumahan Gubernur Jalan Tidung Mariolo meluap saat hujan deras terjadi.

Nursia, ibu korban mengatakan, putri bungsu dari tiga bersaudara itu mengenakan baju berwarna biru dan celana kuning saat hujan mulai reda.

Putri pasangan Jamil dan Nursia itu sudah mencari ke rumah kerabatnya dan teman-temannya, namun keberadaannya tidak ditemukan setelah Jumat pukul 19.00 Wita.

Padahal korban dinyatakan keluar rumah sekitar pukul 17.30 Wita dengan kondisi selokan yang ada di komplek perumahan elit tersebut sedang meluap.

"Waktu itu hujan sangat deras dan saya tidak tahu kalau Eka sedang keluar rumah. Saya tidak memperhatikan kalau Eka yang baru bangun tidur keluar rumah. Nanti setelah magrib Eka belum juga di rumah barulah kami mencarinya," ujarnya.

Hampir semua warga komplek yang mengetahui kabar hanyutnya korban langsung geger dan membantunya melakukan pencarian. Beberapa rekan korban yang biasanya bermain bersama juga tidak melihat sejak hujan mulai mengguyur Makassar.

Dengan kedalaman selokan sekitar satu meter lebih dan lebar satu setengah meter itu kemudian melaporkannya ke Basarnas. Basarnas bersama tim pencari dan penyelamat (SAR) Universitas Hasanuddin (Unhas) kemudian melakukan pencarian. (T.KR-MH/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026