Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulsel alihkan 300 unit huntara untuk lahan huntap di Lutra

Jumat, 14 Agustus 2020 18:59 WIB
Image Print
Tumpukan kayu yang terbawa banjir bandang di Masamba, Luwu Utara.ANTARA/HO/FTI UMI

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berencana mengalihkan anggaran 300 unit hunian sementara (huntara) untuk pembelian lahan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sulsel, Muhammad Rasyid di Makassar, Jumat mengatakan rencana menyiapkan 400 huntara dan 300 di antaranya akan dialihkan penganggarannya untuk pembelian lahan tetap untuk korban.

"Kita sudah hampir rampung pembangunan 100 unit huntara. Sementara 300 unit rencananya dialihkan, 300 unit huntara itu direncanakan untuk pembelian tanah permanen, tetapi harga dan luasnya belum diketahui," katanya.

Saat ini, kata Muhammad Rasyid terus dilakukan koordinasi intens dengan Pemda Lutra untuk mengetahui pasti luas tanah dan harga tanah yang akan dibeli oleh Pemprov Sulsel, yang bisa saja tidak semua lahan harus dibeli karena adanya lahan milik pemda setempat.

"Kemarin sudah komunikasi dengan Pemerintah Daerah Luwu Utara, berapa kewajiban Pemprov Sulsel untuk pembebasan lahan, kita tetap siap untuk bantu Luwu Utara," urainya.

"Tetapi tergantung dari Pemda Luwu Utara, jika ini tidak dibeli atau sebagian saja dibeli karena ada lahan pemda maka l. Tlebih bagus lagi, tetapi jika diminta kepada pemprov bahwa ada sekian lahan, maka kita siapkan dan bantu juga," tambah dia.

Terkait hal ini, sehari sebelumnya Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah mengatakan sampai saat ini Pemprov Sulsel dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah membangun 100 unit Huntara dari rencana awal sebanyak 400 unit. Namun 300 unit akan dialihkan untuk pembelian lahan perumahan hunian tetap seluas 8 hektare.

“Tadi soal perumahan masyarakat Masamba, Alhamdulillah kami sudah bangunkan 100 unit dari rencana 400 unit, sisanya kita alihkan untuk lahan perumahan hunian tetap,” ujarnya.

Kinerja dan kerja nyata Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah mendapat pujian dari berbagai pihak. Termasuk di lingkup DPRD Sulsel.

Anggota DPRD Sulsel Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Irwan Hamid misalnya. Ia sangat mengapresiasi langkah Nurdin Abdullah dalam mengatasi bencana banjir di Sulsel.

Banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, selain menelan korban juga banyak infrastruktur hingga perumahan warga setempat yang rusak parah. Olehnya itu, Irwan Hamid mengaku sudah banyak bantuan Gubernur Sulsel untuk masyarakat Luwu Utara.

Dengan kepedulian pemerintah provinsi atas bencana tersebut, pemerintah pusat pun memusatkan perhatian untuk masyarakat Luwu Utara.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur, telah membantu Luwu Utara,” ucap Irwan Hamid.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Sulsel Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Syamsuddin Karlos. Ia mengucapkan terima kasih atas kerja keras Pemprov Sulsel hingga berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di Sulsel.

Selain itu, ia mengakui, Gubernur Sulsel memang sangat gesit dalam menangani bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Sulsel, termasuk banjir di Kabupaten Jeneponto 2019 silam.

“Kami mengucapkan terimakasih banyak atas kerja Bapak Gubernur dan mendapatkan Opini WTP dari BPK dalam waktu satu tahun ini. Kami apresiasi terhadap kecepatan menanggapi bencana alam baik di Jeneponto, Luwu Utara dan daerah-daerah lainnya,” ungkapnya.

Legislator asal Jeneponto ini berharap, Pemprov Sulsel meski sudah berhasil membangun Rumah Hunian Sementara (Huntara), namun perlu diperhatikan rumah permanen.

“Mungkin bisa dilihat bagaimana infrastruktur di sana, termasuk rumahnya masyarakat di Masamba,” katanya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026