Logo Header Antaranews Makassar

Nelayan Mamuju Keluhkan Fasilitas Pendingin

Minggu, 17 Oktober 2010 16:25 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Nelayan di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, mengeluhkan minimnya fasilitas pendingin ikan untuk mengawetkan hasil tangkapan mereka.

"Fasilitas pendingin ikan yang selama ini digunakan para nelayan untuk mengawetkan ikannya sebelum dipasarkan, adalah es balok yang di beli nelayan disebuah pabrik es di Kota Mamuju, kata Abbas salah seorang nelayan di Mamuju, Minggu.

Ia mengatakan, stok persediaan es balok dipabrik tersebut, tidak cukup untuk mengawetkan sejumlah ikan nelayan di Mamuju dengan produksi rata rata setiap hari sekitar satu ton.

"Hanya sebagian dari produksi ikan nelayan yang mampu didinginkan dengan menggunakan es balok, khususnya untuk ikan nelayan yang dipasarkan di luar daerah agar terus awet," katanya.

Selebihnya kata dia, ikan di daerah itu dipasarkan di Kota Mamuju dan sejumlah kabupaten lainnya di Sulbar untuk dikomsumsi masyarakat tanpa didinginkan secara maksimal.

Oleh karena itu ia meminta pemerintah segera membantu nelayan di Mamuju dengan membangun sarana pendingin ikan yakni "Cold Storage" untuk digunakan nelayan mengawetkan ikannya agar tidak busuk sebelum dipasarkan.

Senada dikatakan Adin salah seorang juragan ikan di Mamuju menurutnya, ikan di Mamuju produksinya mencapai ribuan ton terus meningkat rata-rata hingga tujuh persen.

Sehingga ia mengatakan, produksi ikan nelayan di Mamuju yang terus meningkat tersebut butuh fasilitas pendingin yang mesti dibangun pemerintah setempat.

"Karena kalau ikan busuk akibat tidak didinginkan maka nelayan akan merugi jutaan rupiah, selain itu produksi ikan menurun, " katanya.(T.KR-MFH/M027)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026