Logo Header Antaranews Makassar

Tiga nelayan hilang kontak di perairan Pulau Banawayya Pangkep

Jumat, 9 Januari 2026 16:49 WIB
Image Print
Personil Basarnas Makassar melaksanakan apel persiapan Operasi SAR di geladak KN Kamajaya untuk pencarian tiga nelayan dikabarkan hilang diduga kecelakaan kapal di Pulau Banawayya, Kecamatan Liukang, Perairan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan, Jumat (9/1/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Basarnas Makassar.

Makassar (ANTARA) - Tiga nelayan dilaporkan hilang kontak diduga mengalami kecelakaan kapal di sekitar Pulau Banawayya, Kecamatan Liukang, Perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

"Tiga orang korban belum kembali atau lost kontak di Pulau Banawayya. Korban diketahui atas nama Jumadi laki-laki usia 31 tahun, Rudi usai 26 tahun, dan Mursalin 38 tahun," kata Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar Andi Sultan melalui keterangan videonya diterima, Jumat.

Atas laporan yang diterima, Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basaras) Makassar langsung mengerahkan KN SAR Kamajaya 104 untuk melakukan pencarian terhadap korban yang diduga mengalami kecelakaan kapal tersebut.

Sultan menjelaskan, pada Rabu (7/1/2025) pagi korban keluar melaut menggunakan kapal Jolloro (kapal kayu kecil) Sansel United JB 2023 untuk mencari ikan. Namun sekitar pukul 07.00 WITA korban belum kembali.

Sampai saat ini korban belum pulang lalu dilaporkan hilang oleh pihak keluarga ke Basarnas. Kondisi perairan di laut setempat memang diketahui cuaca sedang buruk, tetapi para korban tetap melaut meskipun ombak tidak bersahabat.

"Setelah kami menerima informasi, dilakukan pemantauan ke SROP Makassar dan SROP Selayar. Setelah itu diberangkatkan personel bersama KN Kama Jaya menuju ke LKK (lokasi kejadian) diperkirakan terdampar," katanya.

Rencananya, KN Kamajaya berlabuh di sekitar Pulau Jampea, Kabupaten Selayar selama operasi SAR pencarian korban. Selain itu, diinformasikan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian turut melakukan pemantauan.

"Diharapkan juga melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Semoga korban segera ditemukan," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Lima nelayan terombang-ambing di laut Barrang Lompoa setelah mesin kapal mati

Baca juga: Jasad ABK Kapal Pinas Mas ditemukan di perairan Jeneponto




Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026