
Investor China Tinjau PLTA Karama

Mamuju (ANTARA News) - Tim investor China akan meninjau mega proyek investasinya di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diantaranya, pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Desa Karama di Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju.
Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar Arsyad Hafid di Mamuju, Senin, mengatakan, tim investor China dari perusahaan Gezhouba Group International Engineering Co LTD (CGGC) dipimpim Mr Zu sebagai tim investasi luar negeri perusahaan itu telah tiba di Sulbar.
Ia mengatakan, Mr Zu memimpin sebanyak 37 orang tim perusahaan CCGC China di Sulbar untuk meninjau pembangunan proyek yang dibiayainya di Sulbar, diantaranya PLTA Karama, pembangunan jalan Artery Multi Mode Access Road sepanjang 102 kilometer dari Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju menuju Kota Mamuju ibukota Provinsi Sulbar.
Kemudian proyek pembangunan pelabuhan Belang Belang di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, sekitar 30 kilometer dari Kota Mamuju.
Menurut Sekda, keberadaan tim investor dari China tersebut untuk melakukan study kelayakan pembangunan proyek raksasanya dan mereka akan berada di Provinsi Sulbar hingga satu minggu mendatang.
"Sebanyak 37 tim perusahaan CCGC China tersebut akan mulai bekerja besok (2/11) dan mereka akan membagi diri ada yang meninjau PLTA Karama dan sebagian lainnya akan meninjau lokasi pembangunan jalan artery serta pelabuhan Belang-belang," katanya.
Oleh karena itu ia meminta agar pemerintah di daerah ini dapat membantu kelancaran tugas dari tim investor China tersebut agar proyek itu berjalan dan membawa keberhasilan pembangunan daerah ini.
"Pemerintah di Sulbar dan DPRD harus mengawal kegiatan mereka agar terjadi kemudahan dalam pelaksanaan kegiatannya sehingga berlansung sukses, kegiatan mereka merupakan tindak lanjut dari investasi yang sebelumnya mereka telah kerjasamakan dengan Pemprov Sulbar," katanya. (T.KR-MFH/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
