
Proyek Karama Hidro Power Tanpa Jaminan Pemerintah

Mamuju (ANTARA News) - Proyek Karama Hidro Power pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karama, Mamuju, Sulawesi Barat, tanpa ada jaminan satu sen pun dari pemerintah Indonesia.
"Proyek Karama Hidro Power ini tidak ada jaminan dari pihak pemerintah, apalagi pemerintah provinsi Sulbar dan murni dibiayai oleh investor China," kata Gubernur Sulbar, H. Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Jumat.
Gubernur mengatakan, kerjasama bilateral antara pemerintah Indonesia dan pemerintah China melalui penandatangan MoU beberapa bulan yang lalu bahwa China mengeluarkan dana investasi sebesar Rp1.000 triliun.
"China memberikan pinjaman lunak kepada pemerintah Indonesia sebesar Rp1.000 triliun, termasuk membiayai proyek Karama Hidro Power PLTA Karama Mamuju," kata dia.
Oleh karena itu, lanjut Gubernur, pinjaman lunak yang diberikan oleh pemerintah China untuk membiayai proyek-proyek di Sulbar termasuk proyek Mamuju Akses Multy Root dengan panjang 121 kilometer tersebut, harus dikelola secara proporsional.
"Bukti keseriusan pemerintah China ini harus kita hargai. Makanya kami meminta semua pihak harus memberikan dukungan untuk suksesnya rencana proyek-proyek yang akan dikerjakan oleh investor asing di Sulbar," pinta Gubernur.
Dia mengatakan, investor China dari perusahaan Gezhouba Group International Engineering Co LTD (CGGC) adalah satu-satunya dari sekian investor yang masuk ke Sulbar untuk membangun proyek seperti PLTA Karama ini.
"Hanya dua hingga tiga bulan pasca dilakukan penandatangan MoU di Beijing, ternyata mereka (investor) langsung bereaksi untuk melakukan tindaklanjut yang saat ini sedang melakukan studi kelayakan di lokasi PLTA tersebut. Tidak ada kita temukan investor seperti CGGC ini," puji Gubernur.
Dia mengatakan, tidak adanya jaminan dari pemerintah atas pinjaman lunak tersebut dimungkinkan karena melihat potensi daerah dan kedua karena PLTA Karama merupakan kebutuhan penting di Indonesia.
Ia mengatakan, pemerintah China pun melalui investor ini akan membangun jalan menembus gunung yang didesain seindah mungkin yang nantinya menjadi kawasan wisata di penjuru dunia.
"Ini mimpi saya untuk menjadikan Karama sebagai tujuan wisata di dunia seperti wisata yang ada di negara China," pungkas Gubernur. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
