Logo Header Antaranews Makassar

Potensi Pengembangan Rumput Laut Bantaeng Belum Optimal

Kamis, 11 November 2010 15:44 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Potensi pengembangan rumput laut di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, belum optimal karena baru 3.815 hektare atau separuh lebih dari luas areal pengembangan rumput laut yang dimanfaatkan.

"Pengembangan rumput laut di Bantaeng masih perlu digenjot," kata Kepala Dinas Perindag Tamben Kabupaten Bantaeng H Abdul Gani menanggapi pengembangan komoditas andalan Bantaeng, Kamis.

Apalagi, kata Abdul Gani, Kabupaten Bantaeng merupakan salah satu daerah yang masuk dalam 10 besar pengembangan rumput laut secara nasional.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tamben, Kabupaten Bantaeng, diketahui bahwa areal budidaya rumput laut Kabupaten Bantaeng sekitar 5.375 hektare, sementara yang dimanfaatkan baru 3.815 hektare atau setengah dari potensi areal budidaya.

Artinya, masih ada potensi areal budidaya seluas 2.190 hektare yang belum termanfaatkan.

Sementara jumlah produksi rumput laut kering sekitar 8.000 ton per tahun yang merupakan hasil budidaya rumput laut di sepanjang garis pantai 21 kilometer.

Abdul Gani mengatakan, Kabupaten Bantaeng merupakan merupakan salah satu kabupaten dari 120 kabupaten di Indonesia yang mendapatkan dana pembinaan dari kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ia tidak merinci berapa besar dana pembinaan yang diterima kabupaten tersebut.

Untuk pengelolaan rumput laut yang melibatkan masyarakat setempat, lanjut dia, kini sudah terdapat sebanyak 10 jenis makanan dan minuman olahan dari rumput laut yang dipasarkan di Bantaeng dan sejumlah swalayan di Kota Makassar.

Kondisi tersebut, katanya, telah memberikan sumbangan positif terhadap perekonomian di daerah tersebut.

"Pengembangan rumput laut yang kemudian diolah industri rumah tangga maupun yang berskala besar telah memberikan sumbangan positif pada perekonomian di daerah ini," katanya.
(T.S036/A023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026