Logo Header Antaranews Makassar

Seorang Penjambret di Palu Diamuk Massa

Sabtu, 14 Februari 2009 14:22 WIB
Image Print

Palu (ANTARA Sulsel) - Seorang pemuda di Kota Palu, Sulawesi Tengah, terpaksa menjadi bulan-bulanan warga karena tertangkap basah melakukan penjambretan.

Peristiwa ini terjadi Sabtu dini di Jalan Panglima Polem, Kecamatan Palu Timur.

Sukarno (17), seorang warga setempat yang menjadi korban kepada wartawan, Sabtu, mengatakan kejadian itu berawal saat dirinya sedang keluar rumah dengan berjalan kaki untuk membeli obat nyamuk bakar di sebuah kios.

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 01:30 dini hari, tak ada satu pun kios yang buka di sekitar rumahnya.

Korban Sukrano kemudian memilih pulang sambil menelepon seseorang.

Setibanya di depan rumah, korban lalu melihat ada seseorang menggunakan sepeda motor jenis Jupiter warna merah bolak-balik di jalanan.

Tak lama kemudian, orang yang tak dikenal itu turun dari sepeda motornya lalu mendekati korban dan berpura-pura menanyakan alamat rumah seseorang.

"Saya kaget sebab secara tiba-tiba orang ini langsung merampas telepon genggam dari tangan saya," tutur Sukarno, dan menambahkan dirinya ketika itu berusaha melakukan perlawanan dengan mengambil kembali barang miliknya yang sudah dirampas pelaku.

Namun saat merebut kembali telepon genggamnya itu, korban Sukarno terjatuh, sehingga pelaku berhasil melarikan diri.

Meski korban tidak berdaya mengejar pelaku, namun ia sempat berteriak minta tolong.

Sejumlah warga setempat yang masih terjaga pada dini hari di sekitar tempat tinggal korban segera mendatangi sumber teriakan dan mereka kemudian memburu pelaku.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap warga setempat setelah sebelumnya berlangsung aksi saling-kejar di Jalan Raden Saleh, tak jauh dari rumah korban.

Warga yang sudah emosi dan kesal itu kemudian ramai-ramai melampiaskan amarahnya dengan memukul pelaku.

Polisi yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan situasi.

Sedangkan pelaku yang kemudian diketahui berinisial Mt, seorang pengangguran, lalu digiring ke Mapolsek Palu Timur untuk dimintai keterangan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Mt yang kini sudah meringkuk di sel Polsek setempat telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara barang bukti berupa sebuah telepon genggam dan satu unit sepeda motor milik pelaku diamankan untuk kepentingan proses hukum.

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 01.00 Wita di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tondo, kasus serupa juga terjadi.

Sekelompok pemuda dengan menggunakan sepeda motor merampas sepeda motor jenis Viar milik korban Aco (26), warga Desa Labuan.

Saat itu korban berboncengan dengan dua rekannya yakni Gali (26) dan Andris (15) hendak memasuki eks lokalisasi Tondo.

Sesaat sebelum memasuki kawasan prostitusi ini, ketiganya kemudian dihadang sejumlah orang dan sepeda motor yang mereka kendarai pun berhasil dirampas.

Ketiga korban yang dalam keadaan mabuk berat usai pesta miras di Desa Labuan itu sendiri sebelumnya sempat dianiaya para pelaku hingga mengalami babak belur.

Menurut pengakuan korban Andris, para pelaku sudah membuntuti mereka sejak melintasi Kelurahan Mamboro.

Namun karena tidak curiga, ia dan dua rekannya kemudian meneruskan perjalanan ke eks lokalisasi Tondo.

Kasus ini juga sementara ditangani Polsek Palu Timur untuk diproses lebih lanjut.
(T.K-RM/R015)