
Gubernur Usulkan Program Gernas Kakao Dilanjutkan 2014

Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat, H,Anwar Adnan saleh, akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar program Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao dilanjutkan hingga 2014.
"Program Gernas pro kakao yang dilaksanakan sejak tahun 2008 akan diusulkan agar dilanjutkan hingga 2014 mendatang untuk mencapai visi pencapaian target nasional produksi dan mutu kakao terbesar di dunia menggeser Pantai Gading," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Selasa.
Menurutnya, usulan ini akan dimanfaatkan saat mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat untuk mempresentasekan program gernas pro kakao yang akan dilaksanakan di Badan Perencenaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta 27 Januari 2011.
"Kepercayaan yang besar diamanakan kepada saya untuk mempersentasekan kegiatan gernas pro kakao di Bappenas yang akan dihadiri 15 provinsi penerima gernas kakao akan dimaksimalkan secara optimal termasuk mengusulkan kelanjutan program gernas hingga 2014,"ungkapnya.
Ia menuturkan, saat ini presiden menghendaki agar tanaman perkebunan kakao menjadi komoditi unggulan di Indonesia pada kegiatan ekspor dunia.
Karenanya, kata Anwar, dirinya selaku penggagas lahirnya gernas yang dicanangkan di Sulbar 2008 silam olh Jusuf Kalla saat menjabat sebagai wakil presiden akan meyakinkan pemerintah pusat agar kegiatan ini tetap berlanjut dengan memberikan porsi anggaran yang memadai untuk mencapai visi peningkatan produksi dan mutu kakao sehingga Indonesia mampu mewujudkan sebagai negara penghasil kakao terbesar di dunia.
Ia menjelaskan, anggaran program gernas pro kakao yang akan dialokasikan untuk Sulbar, mencapai Rp309 miliar di tahun anggaran 2011 yang nantinya akan disebar pada lima kabupaten di Sulbar khususnya pada desa-desa yang mengembangkan tanaman ini.
"Anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat pada kegiatan gernas kakao di Sulbar turun dibandingkan 2010 yang mencapai Rp500 miliar. Namun demikian, anggaran Rp309 miliar ini dianggap cukup besar untuk mendukung kegiatan gernas di 2011," katanya.
Menurutnya, anggaran yang diberikan oleh Kementerian Pertanian ini akan diawasi secara ketat agar pelaksanaannya tepat sasaran sehingga tidak dikorupsi.
"Saya tidak menuding ada oknum pejabat pada Disbun yang melakukan upaya-upaya penyalahgunaan kegiata gernas pro kakao. Namun, saya akan ikut mengawasi secara langsung pada kegiatan gernas ini sehingga tidak tersangkut dimana-mana,"katanya.
Salah satu upaya guna mencapai target peningkatan produksi kakao kata dia, pemprov terus berupaya melakukan penambahan areal tanaman kakao, melakukan intensifikasi kakao, rehabilitasi kakao maupun peremajaan tanaman kakao yang sudah tua.
Dikatakannya, potensi tanaman kakao Sulbar selama ini telah mampu mengangkat kesejahteraan para petani, hanya saja beberapa daerah ada yang mengalami nasib lain setelah tanaman petani diserang hama kakao.
"Persoalan serangan hama terhadap kakao ini harus kita sikapi secara bijak agar petani yang mengalami gagal panen kembali bersemangat,"tuturnya.(T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
