Makassar (ANTARA News) - Kalangan perbankan di Makassar "tutup mulut" tentang kasus pembobolan Bank BRI Unit Panakkukang, Makassar sebesar Rp30 miliar pada Senin (24/1) 2011.
Ketua Dewan Penasihat Perbanas Sulsel, Andi Onny Gappa di Makassar, Kamis, menyarankan otoritas Bank Indonesia (BI) Makassar memberikan keterangan mengenai kasus yang dilaporkan Pimpinan BRI Cabang Panakkukang ke kantor Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsekta Panakkukang, Makassar, beberapa waktu yang lalu.
"Paling bagus kalau ada penjelasan dari Bank Indonesia selaku otoritas atau pengawas perbankan," kata Onny saat di konfirmasi terkait pembobolan bank tersebut.
Dia mengaku, tidak mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme pembobolan bank milik pemerintah tersebut. "Saya belum update berita tentang itu, jadi saya tidak bisa kasih komentar," ucap dia.
Pemimpin BI Makassar, Lambok Antonius Siahaan dan beberapa pejabat BI lainnya yang dihubungi terpisah, hingga saat ini belum memberikan keterangan mengenai adanya keresahan warga sekaitan kasus pembobolan rekening milik dua pengusaha valas di Jakarta.
Dalam laporan Pimpinan BRI Cabang Panakkukang ke SPK Polsekta Panakukang itu, pembobolan diduga dilakukan oleh pegawai BRI Cabang Panakkukang itu sendiri, karena dana sebesar Rp30 miliar yang tersimpan dalam rekening internal BRI Panakkukang, diduga ditransfer ke rekening pribadi dua nasabah yang berada di Jakarta. (T.KR-HK/S016)

