Logo Header Antaranews Makassar

Almarhum Putra Gubernur Sulsel Dikenal Santun

Senin, 31 Januari 2011 18:48 WIB
Image Print
MAKASSAR - PUTRA GUBENUR SULSEL. Foto Praja IPDN Jatinagor, almarhum Rinra Sujiwa Syahrul Putra, yang juga putra bungsu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasim Limpo, dipajang di antara sejumlah pelayat di rumah duka, di Makassar, Senin (31/1). Rinra Sujiwa S

Makassar (ANTARA News) - Putra bungsu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Rinra Sujiwa Syahrul Putra almarhum dikenal keluarga sebagai sosok yang sangat santun.

Saudara sepupu almarhum, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo di Makassar, Senin, mengenang almarhum sebagai sosok yang supel, mudah bergaul, cepat akrab dengan siapa saja, pekerja keras dan penuh semangat, serta santun.

"Waktu SMA, Rinra sering membuat kegiatan, punya semangat tinggi dan sangat santun," katanya yang juga anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Partai Demokrat Sulsel.

Sebagai sepupu, ia dan almarhum sangat dekat, sering berbagi dan menghabiskan waktu bersama.

"Saya terakhir sama-sama dengan Rinra waktu nonton pertandingan semifinal Indonesia melawan Filipina dan berkomunikasi terakhir tiga minggu lalu," ujarnya.

Menurutnya, sampai saat terakhir komunikasi dilakukan, almarhum tidak pernah sama sekali berkeluh kesah. "Dia selalu mengatakan sehat dan baik-baik saja," katanya.

Salah satu paman almarhum, Irman Yasin Limpo, mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki kemampuan memimpin yang sangat baik.

"Tipikalnya persis bapaknya, memiliki kemampuan kepemimpinan, logika berpikir baik dan intelektualnya lumayan bagus," ujarnya yang mengatakan almarhum juga merupakan ketua majelis praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Ia menggambarkan, pada kepulangan terakhir almarhum ke Makassar, Jumat (28/1) kemarin suasana kedekatannya dengan orang tuanya, tidak seperti biasanya.

"Minta tidur sama-sama dan berfoto bersama orang tuanya," kenangnya.

Anak bungsu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Rinra Sujiwa Syahrul Putra meninggal dunia sekitar pukul 05.00 wib di Rumah Sakit Annisa Medical Center Bandung karena sakit.

Sebelumnya, keluarga menyatakan, almarhum meninggal dalam keadaan sangat wajar dan murni karena sakit.

Keluarga memutuskan tidak melakukan otopsi atau visum karena kematian dinilai wajar dan normal karena penyakit.

Identifikasi jenazah dilakukan dengan perwakilan keluarga dan dokter dengan membuatkan beberapa pemeriksaan.

"Yang jelas sakit. Sampai saat ini kematian yang wajar karena sakit yang dideritanya," kata Irman yang menambahkan kalau almarhum memiliki riwayat penyakit maag akut.

Jenazah akan dikebumikan di rumah jabatan Gubernur Sulsel sebelum dimakamkan pada Selasa (1/2) di Tempat Pemakaman Umum Panaikang Makassar pukul 09.00 WITA.(T.KR-RY/D009)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026