Logo Header Antaranews Makassar

Komisi VII DPR-RI Kunjungi PT Inco

Rabu, 4 Maret 2009 20:37 WIB
Image Print

Sorowako, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Tim Komisi VII DPR RI, Rabu, melakukan kunjungan kerja (4-5 Maret 2009) di perusahaan tambang nikel, PT INternational Nickel Indonesia (PT Inco Tbk).

Tim dipimpin Rapiuddin Hamarung dan diterima oleh Presiden Direktur PT Inco, Arif S. Siregar, Senior Vice President, Ciho D. Bangung, Senior Vice President, Steve Wood, Wakil Bupati Luwu Timur, H. Saldy Mansur SE, dan jajaran Muspida Luwu Timur.

Di Sorowako, sekitar 12 jam perjalanan darat dari Makassar, Tim Komisi VII DPR RI antara lain meninjau Akademi Teknik Sorowako (ATS) yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS).

Direktur ATS, Jasman, yang juga alumnus ATS, menjelaskan sejarah berdirinya ATS hingga berbagai kegiatan pendidikan yang dilakukan ATS.

ATS ini masih disubsidi oleh PT Inco dan rata-rata lulusannya sebagian besar diterima di PT Inco. Beberapa jurusan di ATS seperti bidang mesin, desain, dan elektrik, rata-rata mahasiswanya sebagian besar berasal dari Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara. Ini merupakan salah satu upaya untuk pengembangan sumber daya manusia lokal, ujar Jasman.

Dari ATS, rombongan DPR RI menuju proyek rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Sumasang yang merupakan proyek kerja sama Pemkab Luwu Timur (Lutim), PT Inco, dan Pemerintah Pusat. Proyek rusunawa ini mendapat dana dari APBN sekitar Rp35 miliar.

Tim Komisi VII juga ke rehabilitasi lahan pasca tambang PT Inco yang diberi nama Puncak Himalaya.

Di tempat itu, masing anggota Komisi VII DPR ini menanam pohon di Puncak Himalaya.

"Bismillah, mudah-mudahan tumbuh dengan baik. Tolong dijaga dan dirawat pohon yang saya tanam ini ya," pinta Rapiuddin Hamarung. Hal senada juga disampaikan Dra Hj Khofifah Indar Parawansa.

Dari Puncak Himalaya, rombongan melanjutkan peninjauan ke Nursery PT Inco. Nursery ini merupakan pusat pembibitan pohon untuk ditanam di lahan pasca tambang.

"Nursery ini mampu memproduksi sekitar 750 ribu bibit per tahun untuk kemudian ditanam di lahan pasca tambang PT Inco," kata Superintendent Mining Rehabilitation, Aris Ambodo.

Aris juga menjelaskan tentang proyek Wallacea-Sawerigaging Park, semacam Kebon Raya Sorowako, yang direncanakan akan menjadi pusat penelitian keanekaragaman hayati, ecotourism, rekreasi, sekaligus konservasi untuk flora dan fauna endemik Sulawesi.

"Ini merupakan salah satu warisan dari PT Inco bila kelak PT Inco mengakhiri operasionalnya di Sorowako," ujarnya.

Tim lalu ke Pantai Ide untuk meninjau Danau Matano. Khofifah Indar Parawansa sangat terkesan dengan bening dan indahnya Danau Matano.

"Sangat bagus. Saya pernah melihat beberapa danau, rata-rata sudah terjadi pendangkalan karena adanya penggundulan hutan. Di sini justru tampak baik," ujar Khofifah Indar Parawansa, lalu melanjutkan dengan ramah tamah dengan jajaran manajemen PT Inco, Pemkab Lutim, anggota DPRD Lutim, serta perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Sorowako. (T.PK-AAT/F003)