
Daewoo Ingin Bangun Power Plant di Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Perusahaan terkemuka Korea Selatan Daewoo Logistic ingin membangun pembangkit listrik (Power Plant) untuk membantu mengatasi keterbatasan daya listrik di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Power Plant tersebut akan memanfaatkan batang dan tongkol jagung sebagai bahan bakar, kata Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Bantaeng, Minggu.
Menurut Bupati, perusahaan Korsel itu sudah menyatakan minatnya. Untuk itu, dalam waktu yang tidak terlalu lama petinggi perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis itu akan ke Bantaeng melihat potensi tanaman jagung yang akan menjadi pasokan bahan bakar.
"Mereka sudah menyatakan minat dan segera melakukan penjajakan dalam waktu dekat," ujarnya tanpa menyebut tanggal dan bulan kepastian kedatangan para petinggi Daewoo Logistic tersebut.
"Belum ada kepastian jadwal, namun setidaknya mereka sudah menyatakan minat untuk melakukan investasi di Bantaeng," ucap Bupati yang berjanji akan memberikan kemudahan investasi sebagaimana investor lainnya yang sudah menanam modalnya di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
Menurut Bupati, bila rencana investasi ini terealisasi, pembangunan power plant akan disebar pada beberapa titik yang dianggap membutuhkan banyak energi listrik.
Bila semua rencana tersebut bisa diwujudkan, maka program desa mandiri energi dan mandiri pangan diharapkan tercapai. Selain itu, diharapkan akan lebih banyak lagi limbah perkebunan yang dimanfaatkan, tambahnya.
Ia kemudian menunjuk tongkol jagung dan biji kapuk yang selama ini menjadi limbah dan dibuang percuma, kini sudah berhasil disulap menjadi barang yang bernilai dolar karena diekspor.
Kedua komoditas itu diekspor ke Korsel untuk dijadikan bahan pupuk kompos, media untuk menanam jamur, serta campuran untuk makanan ternak (pakan). Ekspor komoditas tersebut dilakukan Perusahaan Daerah (Perusda) Baji Minasa.
Perusahaan daerah ini mengirim 20 ton dari target 6.000 ton/tahun bernilai Rp3,5 miliar/tahun, jelas Direktur Perusda Baji Minasa Arifuddin Paulangi. Ia optimistis dapat memenuhi target tersebut sebab daerah tetangga seperti Takalar, Jeneponto dan Bulukumba juga bisa menjadi penyangga.
Berdasarkan data statistik, daerah tetangga memiliki produksi jagung yang cukup besar. Total produksi di kawasan selatan Sulsel mencapai 90 ribu ton. "Sepuluh persen saja kita ambil dari tongkol jagung tetangga itu sudah mencukupi kebutuhan kita," ujar Arifuddin Paulangi.
(T.KR-HK/S016)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
