Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur Peringatkan Dinas Pendidikan dan Kesehatan

Rabu, 30 Maret 2011 20:11 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, H Anwar Adnan Saleh memberi warning atau peringatan dini kepada jajaran Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan lebih mengoptimalkan kinerjanya dari apa yang telah dicapai pada tahun sebelumnya.

"Persoalan pendidikan dan kesehatan harus bisa dioptimalkan karena dua dinas ini masih perlu dilakukan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat yang ada di Sulawesi Barat (Sulbar)," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu.

Menurutnya, pemerintah provinsi melalui empat strong point pembangunan telah memasukkan persoalan pendidikan dan kesehatan menjadi topik utama yang harus dituntaskan.

"Kita tidak boleh puas atas apa yang dicapai karena dua sektor ini masih butuh perhatian serius untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat baik yang berada di pegunungan, lembah maupun di daerah pesisir," ungkapnya.

Karena itu, kata dia, melalui jabatan yang ada dipundak masing-masing dua dinas tersebut harus membuat terobosan baru yang muaranya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di daerah itu.

"Persoalan pendidikan di Sulbar masih jauh dari apa yang diharapkan oleh rakyat. Demikian pula dengan masalah kesehatan masih sangat butuh perhatian secara serius," terangnya.

Ia mengatakan, pengembangan pendidikan di Sulbar sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda yang berkualitas guna melanjutkan pembangunan pemerintahan yang telah dilakukan selama ini.

"Persoalan kesehatan di Sulbar juga sempat menjadi perhatian pemerintah pusat bahkan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono, sempat mengintruksikan langsung untuk menangani kasus-kasu kesehatan yang terjadi di Sulbar seperti kasus Ummi Darmianti, manusia yang sempat ditumbuhi ratusan ulat yang menggorogotinya," terangnya.

Menurut dia, pemerintah sangat mengharapkan pusat-pusat layanan kesehatan mulai dari RSUD Regional, Puskesmas hingga pustu yang ada di desa-desa bisa meningkatkan kinerjanya.

Selain itu kata gubernur, persoalan kemiskinan juga menjadi perhatian bersama untuk mengupayakan menekan jumlah penduduk miskin di Sulbar.

"Kita menargetkan angka kemiskinan di Sulbar kita tekan setiap tahunnya hingga pada gilirannya angka kemiskinan di Sulbar bisa dihapuskan," tambahnya.

Untuk memecahkan persoalan ini tambah Anwar, dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk tetap bersungguh-sungguh dalam memberikan yang terbaik peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di provinsi terbungsu ini. (T.KR-ACO/S019)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026