Logo Header Antaranews Makassar

Pengungsi Puting Beliung Berharap Bantuan Pemerintah

Jumat, 1 April 2011 18:19 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Ratusan Kepala Keluarga (KK) warga pesisir yang tinggal di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang menjadi korban angin puting beliung mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk membangun rumah mereka yang porak-poranda.

Camat Kalukku, Kabupaten Mamuju, Ramli Badau, Jumat, mengatakan, empat dusun pada dua desa di daerahnya diterjang badai puting beliung, Rabu malam, menyebabkan lebih 100 unit rumah mengalami kerusakan berat dan rusak ringan.

Menurutnya, para korban puting beliung kondisinya sangat memprihatinkan karena masih banyak korban yang belum mampu memperbaiki rumah yang ambruk setelah diterjang pusaran angin yang menimpa pemukiman warga di daerah itu.

Ia mengatakan badai angin puting beliung ini melanda lima dusun, yakni Dusun Kayu Mate, Desa Kalukku Barat. Dusun Salupompong, Desa Beru-Beru, Dusun Bakengkeng, Dusun Kabuloang dan Dusun Babalabuang.

"Kerusakan terparah terjadi di Dusun Kayu Mate yang berada tepat di wilayah pesisir mengakibatkan lebih 100 rumah rusak dan empat dusun lainnya juga mengalami dampak ganasnya badai tersebut," katanya.

Dia menuturkan, saat ini sebahagian warga terpaksa tidur dengan membangun tenda darurat untuk menjaga harta benda mereka dari penjarahan.

Karena khawatir barang miliknya hilang, kata dia, warga yang menjadi korban memilih bertahan sembari melakukan perbaikan rumah yang roboh akibat badai yang terjadi dua malam yang lalu.

Karena itu, warga yang menjadi korban puting beliung sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah maupun para dermawan.

"Kami sudah berupaya mengusulkan ke pemerintah untuk memberikan bantuan bagi korban. Namun bantuan itu belum turun karena harus melewati beberapa proses," katanya.

Ramli mengatakan, warga pun kini terancam terserang penyakit karena sulitnya pasokan air bersih pasca musibah melanda wilayah itu.

Dia mengemukakan, bagi warga yang rumahnya rusak ringan tetap tinggal di rumah mereka meskipun belum sempat memperbaiki atap yang terbongkar di terjang badai angin.
(T.KR-ACO/A033)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026