
Disdikpora Targetkan Kelulusan UN Capai 95 Persen

Mamuju (ANTARA News) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menargetkan tingkat kelulusan ujian nasional untuk tingkat SMA/MA asederajat kan bisa terpenuhi hingga 95 persen.
"Untuk tahun ajaran 2010-2011, kami telah mematok target minimal 95 persen atau lebih baik dari tahun ajaran sebelumnya yakni 94 persen," kata Kepala Disdikpora Kabupaten Mamuju, Hj.Sitti Saleha Duka, di Mamuju, Selasa.
Menurutnya, rasa optimistis tingkat kelulusan UN tingkat SMA/MA di daerahnya cukup realistis karena beberapa indikator yang bisa memperbaiki hasil UN tahun ini.
"Perbedaan UN tahun ini memiliki nilai plus karena hasil UN tidak menjadi penentu hasil kelulusan bagi siswa melainkan akan disatukan dengan hasil nilai raport dan hasil ujian akhir sekolah," kata dia.
Selain itu, kata dia, selama ini pihaknya juga mendorong agar sekolah meningkatkan ajang tri out sebelum pelaksanaan UN berlangsung.
Hasil uji coba yang dilaksanakan oleh pihak sekolah, kata dia, tampaknya memberikan hasil yang maksimal yang diharapkan bisa menuai hasil yang sama pada penyelenggaraan UN kali ini.
Dikatakannya, pada pelaksanaan UN untuk tingkat SMA/MA sederajat di Mamuju tercatat jumlah peserta UN mencapai 3.238 siswa dan ada beberapa siswa pada hari pertama tidak mengikuti ujian karena alasan yang beragam.
"Kami belum bisa pastikan berapa total siswa yang batal mengikuti UN karena masih menunggu laporan dari sekolah penyelenggara yang ada di beberapa kecamatan. Walau begitu, data semementara yang telah diketahui mencapai 27 siswa batal UN dengan rincian 11 laki-laki dan 16 perempuan," katanya.
"Para peserta yang batal mengikuti UN ini cukup beragam alasannya. Ada yang sakit, kawin, keluar dan ada pula yang tidak jelas alasannya," tambahnya.
Ia mengemukakan, peserta UN yang sakit masih akan diberikan perlakuan khusus untuk kembali mengikuti UN susulan, sementara bagi peserta yang tidak jelas alasannya atau memilih kawin maka hal itu tidak akan diberikan toleransi.
"Peserta UN yang sakit pasti kami beri kesempatan karena itu sudah menjadi aturan pelaksanaan UN tahun 2011 ini," katanya.
Saleh Duka menambahkan, untuk pelaksanaan UN bagi penyandang cacat atau siswa Sekolah Luar Biasa belum ada karena sekolah penyandang cacat baru setingkat SLTA maupun SD.
(T.KR-ACO/A035)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
