Logo Header Antaranews Makassar

Bandara Hasanuddin Terbuka Bebas Internasional 2012

Rabu, 20 April 2011 19:51 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan direncanakan terbuka bebas untuk penerbangan langsung dari luar negeri mulai 2012.

"Sementara diproses, sekarang tinggal regulasi, 2012 kita berharap hubungan Internasional sudah terbuka," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam sidang paripurna DPRD Sulsel di Makassar, Rabu.

Jika itu dibuka Badara Hasanuddin akan menjadi salah satu pintu di Indonesia yang bisa dimasuki langsung pesawat dari luar negeri, begitu juga sebaliknya.

"Sama seperti di Amerika Serikat, tidak semua bisa dimasuki kecuali Los Anggeles dan Washington," jelasnya.

Syahrul menyebut keputusan menjadikan Badara Hasanuddin menjadi hub internasional disetujui disetujui dalam rapat kabinet, 19 Maret.

Untuk tahap awal, ada enam negara yang langsung konektivitas dengan Bandara Hasanuddin yakni Singapura, Hongkong, Malaysia, Brunai Darussalam, Filipina dan Timor Leste.

Keberhasilan Bandara Hasanuddin masuk dalam jalur penerbangan dunia didukung oleh fasilitas seperti, panjang landasan Bandara Hasanuddin 3.100 meter, sistem radar, sistim navigasi dan fasilitas taxiway tekhnologi tinggi.

Selain itu, Bandara Hasanuddin menjadi prioritas karena mewakili wilayah timur Indonesia sehingga diharapkan bisa mendukung pemerataan jalur transportasi nasional.

Selama ini penerbangan internasional dari luar negeri ke Badara Hasanuddin, masih melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Selain Bandara Hasanuddin, pemerintah juga menyiapkan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, dan Badara Medan untuk konektivitas internasional.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga sepakat dengan PT Garuda Indonesia Airline yag akan memanfaatkan terminal lama badara udara Sultan Hasanuddin Makassar demi mendukung arus transportasi udara di Kawasan Timur Indonesia.

"Jadi ada pembicaraan saya dengan Garuda dengan Angkasa Pura untuk mengoptimalkan bandara lama, agar bandara lama, yang tadinya menjadi lahan merpati yg kurang optimal, kita optimalkan," kata Syahrul yang juga Ketua DPD I Golkar Sulsel.

Mulai 1 Mei disebut, ada sekitar empat pesawat baru untuk menambah armada garuda yang sudah beroperasi di terminal baru Badara Hasanuddin.

Ia mengatakan, pihaknya masih akan membicarakan secara tekhnis agar pesawat yang ditempatkan, sebagian adalah pesawat lebih kecil yang bisa mendarat di badara kabupaten di KTI.

"Mudah-mudahan ada pesawat dengan tingkat yang yang lebih rendah dari pesawat besar, yang bisa menghubungkan antara air port kabupaten di kawasan timur," ucapnya.(T.KR-AAT/S006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026