
Gubernur : Bulog Lebih Baik Jika Memiliki Saingan

Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menilai Badan Urusan Logistik akan lebih optimal melakukan penyerapan produksi petani jika memiliki saingan.
"Kan lebih bagus kalau ada saingannya. Daripada satu kan kita tergantung terus. Kalau mau beli, beli. Kalau tidak, tidak. Capek juga lihatnya. Prinsipnya tidak cuma satu," tegasnya di Makassar, Jumat, terkait rencana pemprov membentuk gudang pangan alternatif selain Bulog.
Pembentukan Badan Urusan Logistik (Bulog) daerah, lanjutnya, adalah antisipasi jika Bulog besar tidak bekerja dengan maksimal. "Kalau Bulog besar menguntungkan rakyat, yah Bulog daerah tenang-tenang," ujarnya.
Soal anggaran, pemprov mengaku akan mencarinya di luar APBD. "Darimana-mana juga kita bisa, selain APBD, kita bisa pakai Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk mendukung. Setelah konsepnya selesai akan kita dorong. Tahun ini, Insya Allah. Nilai belum ditentukan," kata dia.
Pemerintah provinsi memang tengah merancang pembentukan sistem pengelolaan gudang pangan alternatif selain Bulog untuk memaksimalkan penyerapan komoditas pangan terutama beras.
Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim setelah rapat kesiapan pangan cadangan pekan lalu mengatakan pembentukan sistem pengelolaan gudang pangan alternatif sudah sangat dibutuhkan karena Bulog memenuhi target penyerapan berdasarkan kemampuan keuangan sementara petani menargetkan gabahnya segera terbeli.
"Ini sering tidak seimbang antara jumlah kemampuan dengan keinginan rakyat itu. Adakalanya juga faktor cuaca atau faktor lain, rakyat menghendaki dibeli seketika padahal Bulog tidak seperti itu," katanya.
Ia mengatakan, pembahasan rancangan pembentukan gudang pangan alternatif tersebut terkait jumlah anggaran yang harus disiapkan serta posisi organisasi pengelolaannya.
Alternatifnya adalah dibentuk Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) tersendiri di bawah Badan Ketahanan Pangan (BKP) atau Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura atau Perusahaan Daerah (Perusda) bekerja sama dengan BPD.
Sementara mengenai keterlibatan pemerintah kabupaten dan kota, ia mengatakan, Pemprov akan melibatkan setelah pola pembentukannya siap dan memperoleh pertimbangan dari gubernur.
Pada Januari lalu, gubernur pernah mengungkapkan wacana pembentukan gudang pangan daerah oleh pemerintah provinsi. "Saya akan hidupkan dolog daerah, kalau tidak mau diatur. Biayanya dapat dicari," katanya saat itu. (T.KR-RY/R010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
