
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Masih Kekurangan Taksi

Makassar (ANTARA News) - Bandara Internasional Sultan Hasanuddin masih kekurangan taksi sekitar 113 unit dan mobil rental 101 unit, namun Dinas Perhubungan setempat akan mengkaji kembali.
"Kekurangan armada ini masih akan dikaji dan bahas dengan pihak terkait yakni Dinas Perhubungan," kata General Manajer PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Rachman Safrie di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, rencana penambahan armada tersebut dipertimbangkan dari ratio penumpang per hari yang mencapai 7.578 orang.
Hanya saja, lanjut dia, sebelum memutuskan penambahan taksi dan mobil rental itu, juga perlu mempertimbangkan kapasitas lahan parkir yang tersedia.
"Jadi banyak hal yang harus dipertimbangkan, termasuk rate rata-rata taksi atau mobil rental itu sendiri, sebab jika hanya dua kali rate per hari, itu tidak efektif dan akan merugikan pihak operator taksi atau mobil rental," katanya.
Adapun jumlah taksi dan mobil rental dari enam operator yang telah mengantongi izin dari Dinas Perhubungan Sulsel dan PT Angkasa Pura I yakni 240 unit dengan rincian 205 unit taksi dan 35 unit mobil rental.
Sementara keenam operator yang memiliki izin operasional itu adalah Kospidara, Herson (CV Anugrah Karya), BAM, PT Bosowa, Perusda dan Primkopau.
Mengenai masih banyaknya taksi gelap yang beroperasi di sekitar bandara, ia mengatakan, secara bertahap akan menertibkan dan meminta untuk mengurus izin operasi.
"Yang jelas, kami akan memperhatikan dan mengakomodasi mereka yang lahannya dijadikan bandara," katanya.
Hal itu dimaksudkan, selain untuk memberdayakan masyarakat setempat, juga untuk menghindari adanya konflik dalam pengelolaan armada angkutan darat di bandara tersebut.(T.S036/F002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
