
PAN Sulbar Berlakukan Sanksi Pemecatan Kader Pembelot
Kamis, 21 Juli 2011 03:06 WIB

"Jika ada kader partai yang ditemukan mendukung selain pasangan yang diusung partai, maka konsekuensi adalah berupa pemecatan karena dianggap tidak konsisten terhadap aturan partai. Pemecatan ini bukan karena kehendak saya namun itu merupakan aturan partai yang tertuang dalam ADRT, " kata Sekretaris DPW PAN Sulbar Sri Nuraisyah di Mamuju, Rabu.
Menurutnya, intruksi pemecetan kader pembelot di pilgub ini juga dikuatkan dengan terbitnya surat keputusan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Hatta Radjasa, yang telah mengintruksikan agar seluruh kader mendukungan atas pencalonan pasangan cagub Salim S Mengga dan Cawagub Jawas Gani.
"Jawas Gani merupakan kader terbaik PAN yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPW PAN Sulbar. Sedangkan, cagub Salim S Mengga merupakan sosok pemimpin yang tegas dan religus yang saat ini menjabat sebagai anggota badan kehormatan Komisi I DPR RI ,"kata dia.
Oleh karena itu, kata dia, seluruh kader partai yang ada di lima kabupaten untuk bekerja secara optimal guna memenangkan pasangan yang didukung enam partai politik yang memiliki keterwakilan suara di DPRD Sulbar.
Ia menyebutkan, dalam pilgub yang akan berlangsung 10 Oktober 2011, pasangan Salim-Jawas mendapat dukungan enam parpol diantaranya PAN dengan perolehan empat kursi, Partai Persatuan Daerah (PPD) dengan dua kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) satu kursi, Partai Barisan Nasional (Barnas) satu kursi, Partai Bintang Reformasi (PBR) satu kursi dan Partai Buruh sebanyak satu kursi.
"Pasangan Salim-Jawas sangat memenuhi syarat untuk ikut bertarung di Pilgub yang telah mendapatkan dukungan 10 kursi dari enam kursi syarat dukungan tersebut," terangnya.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
