
Petani di Polman alami kekeringan sawah

Mamuju (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat akan membantu petani dengan meninjau kondisi persawahan yang mengalami gagal panen akibat kekeringan dengan luas lahan terdampak sekitar 2,31 hektare.
"Kami akan membantu petani melalui pemberian benih padi sesuai luas lahan yang terdampak," kata Kabid Tanaman Pangan DTPHP Sulbar Titiek Anas, saat meninjau lokasi persawahan yang terdampak kekeringan di Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis.
Pada kunjungan itu, tim dari Dinas TPHP Sulbar melihat kondisi lahan terdampak sekaligus berdialog dengan petani untuk mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Titiek mengatakan, dalam dialog tersebut, petani menyampaikan sejumlah permasalahan utama yang menyebabkan gagal panen.
"Kekeringan menjadi faktor utama yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman padi," katanya.
Selain itu, keterbatasan alat dan mesin pertanian, khususnya traktor, menyebabkan keterlambatan proses pengolahan lahan.
Petani juga mengeluhkan pintu air di bagian hulu yang ditutup setelah penggarapan sawah, sehingga menghambat distribusi air ke lahan pertanian.
Permasalahan lainnya yang disampaikan para petani, adalah tidak tersedianya saluran pembuangan air, sehingga saat terjadi hujan, debit air tidak dapat dikendalikan secara alami dan petani terpaksa menggunakan pompa.
Di sisi lain, petani juga membutuhkan bantuan benih baru untuk dapat kembali menanam setelah mengalami gagal panen.
"Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban petani serta mempercepat proses pemulihan produksi pertanian Kabupaten Polewali Mandar," ujar Titiek.
Ia berharap, melalui kunjungan itu terjalin koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam mengatasi berbagai permasalahan di sektor pertanian.
Selain bantuan benih, perhatian terhadap aspek teknis seperti ketersediaan alat pertanian dan pengelolaan sistem irigasi juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan.
"Dengan adanya dukungan pemerintah dan sinergi semua pihak, petani di Desa Buku diharapkan dapat bangkit dari dampak gagal panen dan kembali meningkatkan produksi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Polewali Mandar," kata Titiek.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
