
Rp10,6 miliar untuk akses TPA Antang

Makassar (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,6 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Penataan TPA ini sebagai respons atas antrean panjang armada truk sampah yang sempat memicu kemacetan di area TPA, terutama pascaarus mudik," kata Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Makassar, Jumat.
Hal itu disampaikan wali kota usai menggelar rapat bersama dinas teknis jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Dinas Pengerjaan Umum (PU), serta Dinas Penataan Ruang (Distaru).
Dia berharap pembangunan infrastruktur jalan ini menjadi solusi konkret dalam memperlancar distribusi armada pengangkut sampah, sekaligus mendukung penataan kawasan agar lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.
Munafri Arifuddin menegaskan komitmennya untuk membenahi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, khususnya di kawasan TPA Antang, Kecamatan Manggala.
"Kami sudah melakukan rapat bersama dinas teknis terkait untuk memastikan solusi penanganan bongkar muat sampah ini berjalan berkelanjutan," ujarnya.
Munafri menjelaskan, Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan langkah konkret agar proses bongkar muat sampah dapat berjalan lebih lancar dan berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan kawasan yang lebih tertata, meningkatkan aspek keselamatan, serta mendukung kelancaran aktivitas di sekitar akses TPA secara menyeluruh.
Dia menyampaikan, bertemu SKPD teknis, difokuskan untuk merumuskan langkah konkret sekaligus solusi jangka panjang guna menata sistem distribusi dan akses keluar masuk armada di kawasan TPA, agar lebih tertib, efisien, dan berkelanjutan.
Menurutnya, persoalan antrean panjang hingga kemacetan akibat padatnya arus keluar masuk armada truk sampah pascaarus mudik menjadi perhatian serius pemerintah kota.
Ia mengakui, antrean kendaraan pengangkut sampah menjadi persoalan utama yang harus segera diurai.
Untuk itu, Pemkot Makassar telah menurunkan alat berat tambahan guna mempercepat proses penanganan di lapangan.
"Soal antrean mobil sampah, kami sudah turunkan alat berat dan akan ditambah lagi. Jadi, sudah ada tambahan alat di lokasi untuk membantu mengurai kemacetan, sambil menunggu perbaikan sistem yang lebih optimal," jelasnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
