
Salim : Tidak Semua Kader Demokrat "Bobrok"

Mamuju (ANTARA News) - Anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Mayjen Purn Salim S Mengga menyatakan, tidak semua kader demokrat berkarakter "bobrok" seperti isu kasus korupsi yang melibatkan bendahara umum Nazauddin.
"Tidak, tidak semuanya kader Partai Demokrat berkarakter bobrok. Yang bobrok yah bobrok dan masih banyak kader partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini memiliki tipikal berhati 'salju', memiliki tanggungjawab dan bermoral," kata Salim S Mengga di Mamuju, Jumat.
Menurutnya, dirinya sebagai kader Demokrat yang saat ini menjabat sebagai anggota Badan Kehormatan di DPR RI tentu merasa prihatin diantara kader sudah mulai saling serang berdasarkan siaran pemberitaan melalui media TV nasional swasta.
"Partai Demokrat semakin di pojokkan. Tetapi prinsip saya secara pribadi kebenaran itu akan tetap diperlihatkan Tuhan dan yang bersalah akan mendapat konsekuensinya, baik di mata hukum maupun di mata Tuhan," ungkapnya.
Salim mengatakan, dirinya tidak mau terlalu jauh mengomentari soal kekisruhan yang melanda Partai Demokrat walaupun akan dilaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).
"Saya tidak perlu berkomentar tentang isu demokrat. Yang pastinya, saya lebih tertarik membicarakan soal pilgub yang akan berlangsug 10 Oktober 2011," kata Salim, salah satu kandidat yang dipastikan maju di Pilgub Sulbar.
Ia mengemukakan, dirinya tidak menggunakan Partai Demokrat di Pilgub bukan karena partai ini diterpa isu korupsi. Namun, dirinya memang sejak awal tidak pernah bermohon kepada Partai Demokrat.
"Sama sekali bukan karena isu korupsi saya tidak tertarik menggunakan kendaraan demokrat walaupun dirinya adalah kader Demokrat. Namun saya lebih nyaman menggunkana kendaraan parpol lain untuk maju di Pilgub," terangnya.
Salim mengemukakan, tanpa Demokrat pun ia masih banyak mendapat dukungan dari parpol lain yang saat ini telah ada enam parpol pengusung di pilgub diantaranya, Partai Amanat Nasional (PAN) dengan empat kursi di DPRD Sulbar, Partai Persatuan Daerah (PPD) dua kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) satu kursi, Partai Bintang Reformasi (PBR) satu kursi, Partai Barisan Nasional (Barnas) satu kursi dan Partai Buruh satu kursi.
"Parpol pengusung kami sudah cukup memenuhi syarat dukungan sesuai dengan Undang-Undang. Bahkan, kami pun banyak mendapatkan dukungan dari parpol non parlemen," terang Salim.
Karena itu, kata dia, dirinya berharap mesin parpol pendukung untuk bekerja optimal guna memenuhi harapan merebut kursi nomor wahid pada Pilgub yang tinggal dua bulan lebih atau 10 Oktober 2011. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
