
Legislator Jamin Masuk Akpol Dan Akmil Bebas Pungli

"Yang pasti isu-isu pungli hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang berfikir tidak sehat. Jadi isu-isu seperti itu sebenarnya tidak bisa dipertanggungjawabkan dan hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang berfikiran tidak sehat," tegasnya.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Legislator Partai Demokrat, Mayor Jendral TNI (Purn) Salim S Mengga mengatakan pihaknya menjamin untuk masuk Akademi Militer dan Akademi Kepolisian bebas pungutan liar.
Hal ini disampaikan Salim S Mengga saat menghadiri acara sosialisasi Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) yang digelar di ruang pola Kantor Bupati Mamuju, Rabu.
Kegiatan sosialisasi ini terlaksana dengan melibatkan Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) dengan Pemkab Mamuju, Kodim 1418 Mamuju dan Polres Mamuju.
Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari Kementrian Pertahanan RI, Kolonel (Inf) Rakimin M. Djoeri, dengan menghadirkan peserta pelajar tingkat SMA sederajat.
Salim yang saat ini merupakan anggota DPR Dapil Sulbar menyampaikan, selama ini banyak isu yang berkembang bahwa masuk Akmil dan Akpol membutuhkan biaya ratusan juta.
Karena itu, kata dia, isu tersebut tidak benar dan justru peserta didik yang akan dibiayai.
"Yang pasti isu-isu pungli hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang berfikir tidak sehat. Jadi isu-isu seperti itu sebenarnya tidak bisa dipertanggungjawabkan dan hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang berfikiran tidak sehat," tegasnya.
Salim mengatakan, timnya akan memberikan penjelasan lebih dalam mengenai Akademi Militer dan Akademi Kepolisian.
"Nanti tim akan memberikan penjelasan tentang tata cara untuk mendaftar. Apa saja persyaratannya, dan apa yang harus kita siapkan," jelasnya.
Sementara itu Bupati Mamuju, Drs. H. Suhardi Duka, MM, dalam sambutannya mengharapkan ada peserta sosialisasi yang nantinya menjadi anggota TNI dan Polri.
Apalagi, kata dia, Indonesia begitu kaya dan perlu dijaga oleh sebuah kekuatan militer dan kepolisian.
Dari itu, lanjut Suhardi, kehadiran Salim S. Mengga adalah penting untuk mengetahui informasi mengenai pendaftaran akademi militer dan akademi kepolisian.
"Saya kira ini yang menjadi penting bagi anak-anakku sekalian, kehadiran Pak Jendral disini adalah bagian penting untuk mendengarkan informasi langsung pada anak-anakku sekalian yang berfikir bahwa susah
masuk di Akabri, Akpol, susah masuk di Akmil, itu sebenarnya tidak ada yang susah, pendaftaraannya terbuka," papar Suhardi. Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
