
PT MUL Targetkan 2.000 Hektare Kebun Kemitraan

Mamuju (ANTARA News) - PT Manakarra Unggul Lestari (MUL) menargetkan sekitar 2.000 hektare lahan akan dijadikan kebun sawit kemitraan dengan petani di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
"Kami tetap akan merealisasikan target untuk membuka lahan seluas 2.000 hektare sebagai kebun kemitraan antara petani dengan perusahaan. Ini merupakan bagian komitmen kami untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat setempat," kata Direktur Utama PT Manakarra Unggul Lestari (MUL), Tjokro Potro Wibowo saat berada di Mamuju, Senin.
Menurut dia, proyek kebun kemitraan denga penduduk setempat ini telah terealisasi sekitar 600 hektare. Jadi, saat ini tersisa lahan yang belum tergarap untuk kebun kemitraan masih banyak sekitar 1.300 hektare.
"Kita targetkan kebun kemitraan yang belum terealisasi ini dapat dituntaskan minimal hingga awal tahun 2012. Saat ini kami telah menyiapkan bibit untuk megembangkan kebun kemitraan yang ada di areal pengembangan sawit di daerah tersebut," ujarnya.
Tjokro mengemukakan, nilai investasi yang disiapkan perusahaan untuk kebun kemitraan ini cukup besar dengan jumlah sekitar Rp120 miliar yang diharapkan bisa terealisasi secepatnya.
Secara umum kata dia, nilai investasi yang dihabiskan perusahaannya untuk pengembangan kelapa sawit di daerah Tommo telah menghabiskan dana sekitar Rp580 miliar.
Ia mengemukakan, pengembangan perkebunan kelapa sawit di daerah Tommo dilaksanakan setelah mendapatkan izin dari Pemerintah Kabupaten Mamuju guna mengembangkan komoditi perkebunan di daerah ini sejak tahun 2010.
"Perolehan lahan PT MUL di daerah Tommo untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Mamuju nomor 23 tahun 2010 dengan luas lahan sekitar 9.350 hektare," jelasnya.
Dia menyampaikan, dari luas lahan 9.350 hektare tersebut hingga saat ini baru sekitar 7.000 hektare yang telah dikelola untuk ditanami kebun sawit dan sisanya akan dijadikan sebagai pengembangan sarana dan prasarana serta konversi hak guna lahan dan kebutuhan lainnya.
Tjokro juga menyampaikan, dari luas 7.000 hektare yang telah dikelola nilai investasi yang dihabiskan telah mencapai Rp420 miliar, pembangunan pabrik minyak kelapa sawit sekitar Rp100 miliar dan biaya sarana dan prasarana telah mencapai Rp60 miliar.
"Jika diakumulasi total nilai invetsasi yang telah dilakukan oleh perusahaan mencapai hingga Rp580 miliar. Nilai investasi ini khusus untuk pengembangan kebun kelapa sawit plasma," ucapnya. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
