
MCC Diminta Bantu Sulbar Kembangkan Bioetanol

Mamuju (ANTARA News) - Lembaga donor Amerika Millenium Challenge Corporation (MCC) diminta membantu pemerintah di Provinsi Sulawesi Barat mengembangkan teknologi bioetanol.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulbar, Agussalim Tamadjoe, di Mamuju, Selasa, Pemerintah di Sulbar ingin mengembangkan teknologi bioetanol bagi masyarakatnya dalam rangka mengembangkan pendapatan ekonomi.
Ia mengatakan, pengembangan teknologi bioetanol di Sulbar salah satunya telah dikembangkan para transmigran yang bermukim pada unit pemukiman transmigrasi daerah (UPTD) Desa Botteng, Kabupaten Mamuju, sejak tahun 2010 yang lalu.
Ia mengatakan, pengembangan bioetanol yang dikerjasamakan dengan pemerintah pusat melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah bernilai ekonomis bagi para transmigran.
Menurut dia, transmigran di UPTD Botteng sebelumnya telah menyiapkan lahan pengembangan teknologi bioetanol sekitar 50 hektare dari sekitar 600 hektare lahan transmigrasi yang dihuni sekitar 300 KK transmigran di wilayah itu.
"Para transmigran kemudian mendirikan pabrik dengan memanfaatkan bantuan pemerintah pusat guna dijadikan tempat pengolahan ubi kayu diatas 50 hektare lahan yang disiapkan bagi pengembangan bioetanol itu," katanya.
Ia mengatakan, pabrik bioetanol tersebut kemudian menghasilkan empat ton atau 600 liter bioetanol dalam sehari, bioetanol itu kemudian dipasarkan melalui koperasi yang ada di UPTD tersebut, untuk selanjutnya dipasarkan keluar daerah.
"Dari situ masyarakat transmigran meningkat pendapatannya dengan mengandalkan bioetanol yang berfungsi sebagai zat adiktif dan menjadi bahan bakar itu,"katanya.
Ia mengatakan, pemerintah di Sulbar merasa terinspirasi dengan pengembangan bioetanol yang memanfaatkan bahan baku ubi kayu itu karena sangat bermanfaat bagi peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.
Sehingga ia mengatakan, pemerintah ingin terus mengembangkan teknologi bioetanol itu kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kesejahtareaannya.
Oleh karena itu ia meminta agar Lembaga donor Amerika Millenium Challenge Corporation (MCC) yang telah berkomitmen untuk membantu memberantas kemiskinan di Provinsi Sulbar dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan teknologi bioetanol itu bagi masyarakat Sulbar.
"Pemerintah di Sulbar memiliki keterbatasan anggaran dalam rangka meningkatkan teknologi bioetanol itu, sehingga MMC diminta membantu memberikan anggarannya bagi pemerintah untuk digunakan mengembangkan teknologi itu karena dirasakan sangat berpengaruh bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya. (T.KR-MFH/B012)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
