
MCC Amerika tinjau perkebunan percontohan Sulbar

"Sekitar 2.000 petani ditelah dikembangkan sumber dayanya oleh Swiss Contact melalui Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT)," katanya.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Lembaga donor Amerika Millennium Challenge Corporation (MCC) meninjau perkebunan percontohan Desa Tadui, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, dalam rangka membantu peningkatan sektor perkebunan Provinsi Sulbar.
Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Selasa, mengatakan, rombongan MCC Amerika bersama kedutaan besar Amerika meninjau perkebunan percontohan kakao di Sulbar untuk melihat langsung kondisi perkebunan yang di kembangkan di Provinsi Sulbar.
Ia mengatakan, terdapat sekitar 50 orang rombongan MCC dan kedutaan besar Amerika berkunjung ke Sulbar sejak 31 Maret sampai dengan 1 April 2015, untuk melihat kondisi perkebunan percontohan kakao Sulbar yang dibangun "Swiss Contact" sebagai mitra perusahaan makanan dan minuman PT Nestle yang telah dikembangkan sejak dua tahun terakhir.
Menurut dia, MCC juga akan membantu pembangunan sektor perkebunan kakao di Sulbar agar perkebunan terus membantu meningkatkan perekonomian daerah.
Ia mengatakan, lembaga Swiss Contact yang mengembangkan kebun percontohan kakao Sulbar di Desa Tadui juga telah meningkatkan sumber daya manusia petani kakao sekitar 2.000 orang agar dapat lebih maksimal mengembangkan kakao sebagai ikon komoditi meningkatkan ekonomi Sulbar.
"Sekitar 2.000 petani ditelah dikembangkan sumber dayanya oleh Swiss Contact melalui Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT)," katanya.
Gubernur mengatakan, di Desa Tadui tersebut telah dikembangkan entris kakao Sulbar 1 dan Sulbar 2 yang kemudian berubah nama menjadi klon kakao Sulawesi 1 dan Sulawesi 2 untuk digunakan mengembangkan di seluruh wilayah Pulau Sulawesi dan seluruh Indonesia.
Selain itu, juga dikembangkan perkebunan kakao yang memanfaatkan klon kakao somatic embryogenesis (SE) untuk menghasilkan kakao berkualitas tinggi.
Menurut dia, kakao di Sulbar akan semakin ditingkatkan pemerintah agar produksinya lebih meningkat dibandingkan saat ini sekitar 101 ribu ton per tahun dengan luas 192 ribu hektare terus mendorong pembangunan ekonomi daerah. FC Kuen
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
