Logo Header Antaranews Makassar

Masyarakat Makassar Keluhkan Petasan Dijual Bebas

Minggu, 7 Agustus 2011 04:09 WIB
Image Print
MAKASSAR, SULSEL - KEMBANG API. Seorang penjual kembang api menata jualannya di Makassar, Sulsel, Sabtu (6/8). Permintaan kembang api dan petasan meningkat selama bulan suci Ramadhan 1432 H dan kembang api tersebut dijual Rp5.000 hingga Rp500 ribu pe
Makassar (ANTARA News) - Sejumlah masyarakat di Makassar, Sulawesi Selatan mengeluhkan petasan dijual bebas dan tidak ada tindakan tegas dari aparat kepolisian untuk menertibkan dan menangkap para pemasok petasan.

"Kami sangat terganggu dengan suara ledakan petasan, kadang bikin kaget, meskipun di udara baru meletus kadang juga jalanan," keluh Marni, warga Daeng Tata, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate Makassar, Sabtu.

Tak hanya itu, ibu dua anak ini mengaku sering kali anaknya dikagetkan dengan suara petasan menjelang shalat Tarawih dan sehabis sahur.

"Kenapa petugas tidak menangkap dan pemerintah tidak melarang penjualan petasan, kami tersiksa. apalagi anakku yang masih kecil sudah sering kaget akibat letusan petasan itu," katanya mengeluh.

Sitti Annisa, warga Sungai Saddang, Kecamatan Makassar, menyebutkan sejumlah penjual petasan tetap berjualan di sepanjang jalan, bahkan menjual dalam berbagai jenis. Kata dia, hal itu dilakukan pedagang petasan berdasarkan tidak adanya larangan tegas dari pihak pemerintah dan kepolisian untuk menertibkan.

"Sekalian tangkap juga distributornya yang memasok petasan di Makassar dan di daerah Sulsel, supaya mereka jera, setiap kali bunyi petasan berapa orang coba yang dikagetkan," katanya.

Salah satu pedagang petasan di jalan Sungai Sadang, RD, mengaku telah berjualan sejak lama, namun saat ini persaingan cukup ketat dan penjual petasan sudah berani menjual di pinggir jalan.

"Dulu tidak berani kita jualan di pinggir jalan, sekarang orang tidak takut lagi menjual di pinggir jalan, bukan hanya di sini di jalan lain di Makassar juga banyak dijual petasan," sebutnya.

Sebelumnya, ledakan petasan diduga menjadi salah satu penyebab kebakaran di Jalan Daeng Tata 1 Lorong III Nomor 19 Makassar yang memporak-porandakan satu rumah dan hampir membakar rumah lain.

Selain itu, polisi Polsek Makassar juga mengamankan ratusan petasan di dua toko berbeda jalan Latimojong dan Abubakar Lambogo. Namun hal itu tidak mengurungkan niat pedagang petasan untuk tetap berjualan karena tidak ada ketegasan dari pihak terkait. (T.PSO-282/Z002)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026