
Masyarakat Makassar Keluhkan Petasan Dijual Bebas
Minggu, 7 Agustus 2011 04:09 WIB

"Kami sangat terganggu dengan suara ledakan petasan, kadang bikin kaget, meskipun di udara baru meletus kadang juga jalanan," keluh Marni, warga Daeng Tata, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate Makassar, Sabtu.
"Kenapa petugas tidak menangkap dan pemerintah tidak melarang penjualan petasan, kami tersiksa. apalagi anakku yang masih kecil sudah sering kaget akibat letusan petasan itu," katanya mengeluh.
Sitti Annisa, warga Sungai Saddang, Kecamatan Makassar, menyebutkan sejumlah penjual petasan tetap berjualan di sepanjang jalan, bahkan menjual dalam berbagai jenis. Kata dia, hal itu dilakukan pedagang petasan berdasarkan tidak adanya larangan tegas dari pihak pemerintah dan kepolisian untuk menertibkan.
"Sekalian tangkap juga distributornya yang memasok petasan di Makassar dan di daerah Sulsel, supaya mereka jera, setiap kali bunyi petasan berapa orang coba yang dikagetkan," katanya.
Salah satu pedagang petasan di jalan Sungai Sadang, RD, mengaku telah berjualan sejak lama, namun saat ini persaingan cukup ketat dan penjual petasan sudah berani menjual di pinggir jalan.
Sebelumnya, ledakan petasan diduga menjadi salah satu penyebab kebakaran di Jalan Daeng Tata 1 Lorong III Nomor 19 Makassar yang memporak-porandakan satu rumah dan hampir membakar rumah lain.
Selain itu, polisi Polsek Makassar juga mengamankan ratusan petasan di dua toko berbeda jalan Latimojong dan Abubakar Lambogo. Namun hal itu tidak mengurungkan niat pedagang petasan untuk tetap berjualan karena tidak ada ketegasan dari pihak terkait. (T.PSO-282/Z002)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
