Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot imbau warga Makassar tidak nyalakan petasan saat malam takbiran

Rabu, 4 Maret 2026 08:41 WIB
Image Print
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menggelar Safari Ramadhan dan menyampaikan pesan-pesan moral serta terlibat aktif dalam pembangunan dan ketentraman kota Makassar, Rabu (4/3/2026). ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan Munafri Arifuddin mengimbau masyarakat untuk tidak membunyikan petasan atau mercon, khususnya pada malam-malam terakhir Ramadhan hingga malam takbiran.

"Ini, saya perlu sampaikan dan ingatkan agar fokus ibadah di malam terakhir Ramadhan, demi menjaga kekhusyukan ibadah serta keamanan dan ketertiban bersama," ujarnya saat menggelar Safari Ramadhan di Makassar, Rabu.

Munafri Arifuddin di Masjid Darussalam, Jalan Nusantara, menekankan fenomena euforia di 10 hari terakhir Ramadhan yang kerap diisi sebagian kelompok anak muda dengan bermain petasan atau mercon.

Menurutnya, momentum tersebut merupakan kesempatan emas untuk memaksimalkan ibadah dan meraih keberkahan di penghujung bulan suci.

"Memaksimalkan 10 hari terakhir Ramadhan, sering kali momen ini dijadikan euforia oleh kelompok anak muda untuk main petasan atau mercon. Ini tugas kita bersama mengatasi," katanya.

Ia pun mengingatkan kepada semua agar bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lain agar keamanan serta ketertiban tetap terjaga.

Munafri juga menyoroti fenomena perang kelompok dan permainan tembak-tembakan yang marak dilakukan anak muda, terutama dengan menggunakan senjata mainan sambil berkonvoi di jalan raya.

Dia menegaskan, apabila kegiatan tersebut dilakukan di lokasi khusus dengan standar keamanan yang jelas, hal itu masih bisa ditoleransi.

Namun, jika dilakukan di jalan raya secara bergerombol, hal tersebut sangat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

"Jangan jadikan jalan raya tempat bereksperimen. Ini bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi sangat membahayakan orang lain," tegasnya.

Ia pun meminta para tokoh masyarakat, RT/RW, serta orang tua untuk berperan aktif meredam aktivitas tersebut di wilayah masing-masing.

Tak hanya itu, pada kesempatan ini. Munafri juga menekankan pengelolaan kebersihan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ia mengingatkan para camat, lurah, serta ketua RT/RW untuk mengantisipasi potensi lonjakan volume sampah di akhir Ramadan.

Menurutnya, kemungkinan besar sebagian petugas kebersihan akan mudik sehingga perlu pengaturan sejak dini agar pelayanan tetap berjalan optimal.

"Intensitas sampah pasti akan meningkat menjelang akhir Ramadan. Saya berharap ini sudah bisa diatur dengan baik supaya jangan sampai kita berhari raya, sampah masih bertebaran di mana-mana karena tidak ada petugasnya," terangnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026