
Bupati Matra akan Evaluasi Kinerja SKPD

Mamuju (ANTARA News) - Bupati Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat, Ir. H.Agus Ambo Djiwa, berjanji akan segera melakukan evaluasi atas kinerja para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah setelah dalam setahun memimpin daerahnya.
"Sejak saya menjadi bupati Mamuju Utara yang terpilih pada pilkada 4 Agustus 2010 yang lalu belum pernah melakukan evaluasi atas kinerja aparaturnya. Nanti genap usia satu tahun baru memulai melakukan evaluasi atas kinerja para kepala SKPD,"kata Bupati Mamuju Utara (Matra), Ir.H. Agus Ambo Djiwa di Mamuju, Kamis.
Menurutnya, dirinya mengemban amanah di daerah ini baru akan berusia genap satu tahun tepat pada 5 Oktober 2011 dan pada saat itu dirinya akan langsung melakukan evaluasi atas apa yang telah dicapai setiap SKPD.
"Untuk melakukan evaluasi kinerja yang dilaksanakan oleh setiap SKPD maka tidak cukup hanya dalam hitungan bulan atau hari, tapi membutuhkan waktu yang cukup lama paling tidak setahun,"kata dia.
Apalagi, kata Agus yang juga ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sulbar, selama ini masih banyak program kerja yang harus dikerjakan dalam rangka mendorong arah kebijakan yang telah menjadi kontrak politiknya saat pilkada, 4 Agustus 2010.
Jadi, kata dia, untuk melakukan pergantian pejabat atau rotasi bukanlah suatu solusi untuk menyelesaikan program kerja atau mengukur kualitas sebuah pekerjaan namun penilaian akan dilakukan melalui hasil pertimbangan yang cukup matang.
"Jika selama ini teman-teman DPRD Matra banyak yang menghendaki agar melakukan evaluasi kinerja kepala SKPD itu masih lumrah dan wajar. Namun begitu, kita harus melihat kapasitas seorang kepala SKPD yang telah membantu melaksanakan pelayanan pemerintah di daerah kami,"terangnya.
Agus menambahkan, pihaknya tidak ingin jalannya program kerja yang disusun berdasarkan visi misi yang telah disampaikan ke masyarakat pada saat mencalonkan diri sebagai bupati terganggu jika secara tiba-tiba melakukan evaluasi atau mutasi.
"Kami lebih fokus untuk meningkatkan kualitas kinerja kami. Kami berorientasi pada hasil dan bagaimana hasil ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Kami tidak boleh membuat program yang hanya membuat masyarakat senang, tapi kami ingin program itu betul-betul berkualitas," kata Agus yang pada tanggal 17 Agustus genap berusia 43 tahun.
Pada dasarnya, kata Agus, pihaknya sudah membagi tiga klaster pembangunan ekonomi di daerahnya yakni klaster pertama kelautan dan perikanan, klaster kedua pertanian dan perkebunan, klaster ketiga peternakan.
"Dengan klaster-klaster inilah kami akan membangun Matra menjadi lebih baik baik ke depan. Meskipun kami masih daerah baru, tapi upaya untuk mensejajarkan diri dengan daerah-daerah lain terus kami lakukan, apalagi banyak potensi-potensi yang bisa kami kembangkan," jelas Agus.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Matra, Uksin Djamaluddin mengatakan, saatnya bupati melakukan evaluasi atas kinerja para kepala SKPD yang ada di daerahnya karena banyak yang tidak cakap dalam melaksanakan tugasnya.
Ia mengatakan, beberapa kepala SKPD hanya bisa memberikan laporan ABS (Asal Bos Senang) kepada atasannya yang nyatanya tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
"Kepala SKPD yang tidak jujur harus segera di evaluasi karena akan memperburuk citra bupati sendiri selaku pemangku jabatan tertinggi di daerah ini," kata dia. (T.KR-ACO/Y006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
