
Arus Mudik di TRD Makassar Meningkat

Makassar (ANTARA News) - Arus mudik di Terminal Regional Daya (TRD) Makassar, Sulawesi Selatan memasuki H-6 jelang Lebaran 1432 Hijriah meningkat.
Pemantauan di Terminal Regional Daya Makassar, Rabu, penumpang yang mudik ke sejumlah kota tujuan Provinsi Sulsel, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Tenggara mulai berjubel di pintu masuk terminal dan pelataran pemberangkatan.
Sedang di ruang tunggu pemberangkatan banyak penumpang yang memenuhi kursi menunggu diberangkatkan ke kota tujuan masing-masing, sementara bis angkutan antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP) mulai dipenuhi penumpang.
Humas TRD Makassar Andi Pawelloi mengungkapkan, penumpang yang berangkat pada H-6 jelang Lebaran diperkirakan mencapai 7.000 orang.
"Sejak Pemerintah Kota Makassar mengeluarkan kebijakan naik-turun penumpang di TRD, arus penumpang normal sekitar 4.000 - 5.000 orang perhari," katanya.
Di perwakilan perusahaan otobis (PO) Piposs kursi yang tersedia untuk pemberangkatan hari ini sudah penuh untuk rute jurusan bagian utara Sulsel seperti Belopa, Palopo, Masamba, hingga Bone-Bone.
"Kursi jurusan ke Sulawesi Barat seperti Polman, Majene, Mamuju hingga Topoyo masih ada hingga H-2 (28/8) sedangkan pada H-1 jelang Lebaran tidak ada pemberangkatan," ujar Herman, seorang petugas PO Piposs.
Sementara data Dinas Perhubungan dan Kominfo Sulsel jumlah armada angkutan darat di Makassar yang melayani arus mudik ataupun balik di daerah ini mencapai 15.504 unit dengan jumlah tempat duduk 153.322 kursi.
Angkutan darat tersebut meliputi angkutan kota mikrolet 4.113 unit dengan 41 ribu kursi, angkutan perkotaan 1.498 unit dengan 16 ribu kursi, Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) 7.659 unit dengan 41 ribu kursi, serta Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) 547 unit dengan 77 ribu kursi. Selain itu, armada angkutan darat ini juga dilengkapi dengan taksi 1.634 unit dengan 6.584 kursi. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
