Logo Header Antaranews Makassar

"AAS" Bertekad Menang Terhormat di Pilkada Sulbar

Minggu, 4 September 2011 04:33 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Calon gubernur dan calon wakil gubernur Sulawesi Barat "incumbent" (pejabat kini) Anwar Adnan Saleh dan Aladin S Mengga alias "AAS" bertekad menang secara terhormat di Pilkada Sulbar pada 10 Oktober 2011.

"AAS ingin menang secara terhormat di pilkada dengan tidak melakukan tindakan yang berbau 'black campaign' (kampanye hitam) atau melakukan kecurangan yang sangat bertentangan dengan nilai demokrasi yang dibangun di negeri ini," kata Cagub Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Sabtu.

Anwar yang masih menjabat sebagai Gubernur Sulbar dan berpasangan dengan Aladin S Mengga itu mendapat nomor urut dua dengan didukung tujuh partai yang memiliki 23 kursi di DPRD Sulbar.

Partai parlemen pendukung AAS, di antaranya PDI Perjuangan, PPP, PKS, PKPB, PDS, dan Partai Hanura dan didukung 22 partai nonparlemen.

Ia mengatakan, pasangan AAS sebagai cagub "incumbent" tidak akan terpengaruh jika kandidat lain di Pilkada Sulbar menggunakan "kampanye
hitam" sebagai strategi memenangkan Pilkada Sulbar.

"Meski kandidat lain melakukan kampanye hitam, kami tidak akan terpengaruh dan tidak akan membalasnya, karena kami ingin menang terhormat di Pilkada Sulbar," katanya.

Menurut dia, pasangan AAS juga tidak akan melakukan kecurangan di pilkada, tetapi akan bersikap jujur menghadapi Pilkada Sulbar sesuai aturan yang ditetapkan KPU tidak akan memfitnah dan menjelek-jelekkan kandidat lain.

"Pilkada adalah ajang untuk memilih pemimpin yang dikehendaki rakyat, bukan pemimpin yang hanya akan mengejar kekuasaan untuk kepentingannya sendiri, pilkada harus mampu melahirkan pemimpin yang mampu membangun daerah Sulbar agar dapat maju berkembang setara dengan Provinsi lainnya di Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, ia mengatakan, pilkada sebagai proses untuk memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan berupa pembangunan daerah agar maju dan berkembang harus dilaksanakan secara bersih dan sehat tanpa ada kecurangan yang bertentangan dengan nilai demokrasi.

"Kalau pilkada dilaksanakan secara bersih dan sehat, insya-Allah akan lahir pemimpin yang dikehendaki rakyat yang mampu membawa perubahan bagi daerah ini agar maju dan berkembang, tetapi sebaliknya kalau tidak dilaksanakan tidak sehat penuh dengan kecurangan, maka pemimpin yang lahir juga hanyalah pemimpin yang hanya mementingkan diri sendiri," katanya.

Ia mengatakan, pasangan AAS tidak akan menggunakan cara-cara "busuk" untuk memenangkan Pilkada Sulbar, tetapi menggunakan cara-cara terhormat, karena dengan cara "busuk" tidak akan lahir seorang pemimpin yang dikehendaki rakyat di Pilkada Sulbar.

"Kami hanya akan mengandalkan prestasi pembangunan yang kami raih selama hampir lima tahun membangun Sulbar, biarkan masyarakat menilainya apakah kami berhasil membangun sulbar atau tidak," katanya. (KR-MFH)
(T.KR-MFH/E011)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026