
Titik Rawan Longsor Bertambah di Mamuju

Mamuju (ANTARA News) - Titik rawan longsor bertambah di sepanjang jalan Trans Sulawesi di Kecamatan Korossa Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulbar, Idham Hasyib, di Mamuju, Sabtu mengatakan titik rawan menimbulkan bencana longsor bertambah di sepanjang jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan antara Kota Mamuju ibukota Provinsi Sulbar dan Kabupaten Mamuju Utara, yakni di Kecamatan Korossa Kabupaten Mamuju.
Ia mengatakan, titik longsor itu bertambah karena aktivitas akibat pembakaran hutan yang sering dilakukan masyarakat di atas gunung di sepanjang jalur Trans Sulawesi Kecamatan Korossa itu.
"Longsor yang terjadi di jalan Trans Sulawesi Desa Lara Kecamatan Korossa Kabupaten Mamuju beberapa waktu lalu merupakan titik longsor baru akibat pembakaran hutan,"katanya.
Ia menjelaskan, warga di Desa Lara seringkali melakukan pembakaran hutan di atas gunung pada saat kemarau melanda daerahnya sekitar bulan Agustus tahun 2011 yang lalu untuk membuka areal perkebunan yang baru, sehingga gunung di sekitarnya menjadi gundul.
"Setelah hujan mulai turun deras pada awal bulan September pada tahun 2011, gunung yang gundul tersebut kemudian menjadi longsor dan akhirnya seringkali menutup dan merusak jalan Trans Sulawesi dan mengakibatkan kemacetan di Kecamatan Korossa," katanya.
Menurut dia, di Kecamatan Korrossa sebelumnya terdapat banyak titik longsor namun telah diantisipasi pemerintah dengan membangun jalan anti longsor sepanjang 22 kilometer menggunakan anggaran APBN sekitar Rp90 miliar.
Jalan anti longsor itu dibangun dengan cara seluruh bukit di sepanjang jalan Trans Sulawesi dibeton seperti anak tangga yang dirancang dengan arsitektur tinggi, sehingga tidak akan longsor.
Namun lanjutnya sejumlah titik baru di jalan Trans Sulawesi lainnya di Kecamatan Korossa menjadi longsor karena adanya kebiasaan masyarakat melakukan pembakaran hutan hingga gundul, sehingga muncul titik baru di jalan Trans Sulawesi yang sering mengalami longsor seperti di Desa Lara itu.
Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat di Desa Lara tidak lagi membakar hutan di atas gunung karena dapat mengakibatkan bencana terjadi, selain itu meminta pemerintah pusat menanggulangi titik longsor yang sering terjadi itu dengan membeton gunung. (KR-MFH/Z003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
