Maros, Sulsel (ANTARA News)- Tim pelatih dari Asian Soccer Academy (ASA) mengaku cukup kagum dengan kualitas pemain yang mengikuti program "Coke Kicks" di Lapangan Pakalu Maros, Sulsel, Minggu.
Salah satu pelatih dari ASA Eko Darmawan, disela-sela kegiatan, mengatakan bahwa dari 120 pemain yang hadir, sebagian besar memiliki potensi menjadi pemain masa depan Indonesia.
"Dibandingkan dengan kemampuan pemain dipelaksanaan hari pertama yang digelar di Pangkep, kualitas pemain muda asal Maros sedikit lebih baik dan berpeluang menjadi pemain besar," jelasnya.
Dari pengamatan yang dilakukan, kata Eko, ada sekitar tiga pemain yang dinilai berpotensi berlatih di ASA. Namun apakah ketiganya bisa lolos, hal itu masih akan melalui berbagai proses penilaian.
Ketatnya persyaratan lolos, lanjut Eko, sudah menjadi ciri dari tim ASA yang telah berkomitmen hanya mencari pemain berkualitas.
"Untuk penilaian terhadap tiga pemain itu memang belum final, apalagi kita masih akan melihat potensi pemain dari daerah lain. Tapi untuk setiap daerah memang minimal satu lolos," katanya.
Mengenai kapasitas AAA terhadap pembinaan pemain dinilai cukup baik. Maklum, pembinaan yang berpusat di Jakarta itu memiliki pengalaman lebih dari delapan tahun melakukan pembinaan sepak bola di Tanah Air.
Bahkan, beberapa pemain binaan AKA kini masih menjalani proses pembinaan di akademi milik Manchester United (MU).
"Untuk level nasional, ada nama Toni Sucipto serta beberapa pemain dari Sriwijaya FC. Kita juga memiliki pengalaman yang cukup tinggi terkait pembinaan pemain muda," ujarnya. (T.PSO-283/S016)

