
Kadir Bantah Keterangan Biro Wasit PSSI Sulsel

Makassar (ANTARA News) - Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Sulawesi Selatan Kadir Halid membantah semua keterangan anggota Biro Wasit Samsir Ali terkait kisruh kepengurusan di tubuh organisasi yang dipimpinnya.
Adik kandung mantan ketua Umum PSSI Nurdin Halid itu di Makassar, Kamis, mengatakan, penyampaian Samsir di media massa bahwa program PSSI Sulsel mandek perlu pembuktian lebih lanjut.
"Program apa yang tidak berjalan. Mulai kompetisi Divisi Tiga hingga Divisi Satu, U-16 dan U-18, Pra Porda dan Porda, semuanya berjalan sejak pengangkatan pengurus pada tahun 2010," kata anggota DPRD Sulsel tersebut.
Hanya saja memang, selama tahun 2011 ini PSSI Sulsel tidak melakukan satu kegiatan pun karena belum ada jadwal dari pengurus pusat.
Sebelumnya, PSSI pusat teratur memberikan jadwal program baik itu untuk tingkatan lokal maupun wilyah. Namun sejak berakhirnya kemelut pengurus di pusat pada akhir 2010, PSSI Sulsel belum pernah mendapat jadwal.
Kadir menambahkan, selain kompetisi, program peningkatan SDM PSSI Sulsel juga berjalan. Tahun 2010 lalu pihaknya menggelar pelatihan wasit sebanyak empat kali untuk lisensi C3 dan dua kali lisensi C1.
Ia juga menolak keterangan Samsir bahwa peningkatan SDM itu dibisniskan. Sebab dalam ketentuannya memang diatur tentang kontribusi wasit yang ingin mengambil lisensi.
"Untuk tingkat wasit kontribusinya Rp5 juta, diluar itu Rp6-7 juta. Kalau mereka ke Jawa, biayanya bisa lebih besar lagi. Itu bukan bisnis tapi memang bentuk kontribusi," katanya.
Karena adanya tudingan itu, Kadir mengancam akan mempidanakan Samsir dan sejumlah rekannya, karena dianggap telah mencemarkan nama baiknya.
Ia pun sudah melaporkan masalah ini ke Komisi Disiplin PSSI Sulsel agar ditindaklanjuti. Jika terbukti Samsir tak memiliki data, ia terancam mendapat sanksi antara lain tidak bisa terlibat dalam semua pertandingan di Sulsel.
"Kisruh ini didalangi oleh oknum. Adapun tuntutan mereka agar saya diganti tidak diatur dalam statuta PSSI. Kalau pengurus pusat membenarkan, saya akan tuntut," tegasnya.
Sebelumnya, empat perwakilan pengcab-pengcab PSSI Sulsel, Syamsir Ali, Abdul Azis, Bahtiar dan Abdul Kadir menemui Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin di Sekretariat PSSI Jakarta, Rabu (21/9).
Dalam pertemuan itu, Samsir Ali membeberkan semua masalah dan mendesak Kadir Halid segera diganti, karena dinilai gagal memimpin PSSI Sulsel. (T.KR-AAT/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
