
Vale Investasi Nikel Dua Miliar Dolar AS

Sorowako, Sulsel (ANTARA News) - Pemegang saham mayoritas PT International Nickel Indonesia (Inco) Vale Global, melakukan penambahan investasi dua miliar dolar Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi nikel Sulawesi Selatan.
"Investasi tersebut untuk meningkatkan produksi nikel dari 73.000 metrik ton menjadi 120.000 metrik ton/tahun selama kurun waktu lima tahun (2011-2016), kata CEO Vale Global Murilo Ferreira di Sorowako, Selasa.
Saat syukuran pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karebbe di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur (Lutim) ia menyatakan PLTA Karebbe memiliki kapasitas daya 90 MW dibangun dengan investasi 410 juta dolar AS.
PLTA itu dimaksudkan untuk mendukung peningkatan produksi nikel di Sulsel dan penekanan tombol pengoperasian dilakukan secara bersama Bupati Lutim A. Hatta Marakarma, CEO Vale Murilo Ferreira, Presdir Inco, Nicolaas D Kanter dan Preskom Inco Peter Poppinga.
Menurut Murilo, penambahan investasi itu untuk mendukung peningkatan produksi dengan membangun satu tanur pemurnian baru, memperbaharui (upgrade) dua tanur lama, sehingga total tanur yang beroperasi maksimal secara efisien sebanyak lima tanur didukung dengan tiga PLTA yakni PLTA Larona, PLTA Balambaru dan PLTA Karebbe.
Murilo mengatakan, selama 43 tahun keberadaan Inco di Sulsel sudah melakukan investasi 2,5 miliar dolar AS dan praduksi nikel saat ini 73.000 metrik ton/tahun dan mencatat 9,7 juta jam kerja tanpa kecelakaan kerja.
Secara bertahap dan sesuai prosedural, PT Inco akan berubah nama menjadi Vale Indonesia Tbk dan sudah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM dan kini menunggu persetujuan perubahan dari Menteri ESDM serta pihak terkait.
Vale tercatat merupakan perusahaan tambang nikel nomor dua terbesar di dunia yang beroperasi di lima Benua dan 38 negara serta berkantor pusat di Brasil dengan 119.000 orang karyawan. Untuk penggantian nama Inco menjadi Vale Indonesia Tbk akan menjadi tonggak perubahan era baru Vale di Indonesia, katanya.
Di Sulsel, lahan konsesi tambang nikel Inco seluas 118.000 hektare dan khusus tiga PLTA milik Inco untuk mendukung produksi, seluruhnya berada pada satu aliran sungai yakni Sungai Larona. (T.F003/M027)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
