Logo Header Antaranews Makassar

Unhas Kukuhkan Guru Besar ke-208

Selasa, 21 April 2009 21:31 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Menapaki usia ke-53, Universitas Hasanuddin sebagai institusi pendidikan terkemuka di kawasan timur Indonesia menambah dua lagi guru besarnya sehingga menjadi 208 orang.

Itu dilakukan pada upacara penerimaan jabatan guru besar yang berlangsung di Ruang Senat Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Selasa.

Upacara pengukuhan ini menambah jumlah guru besar di Unhas dari 206 menjadi 208 orang. Prof Rosdiana Natzir menerima jabatan guru besar tetap dalam bidang Ilmu Biokimia pada Fakultas Kedokteran Unhas.

Prof Dr dr Bachtiar Murtala, SpRad, meraih jabatan guru besar tetap dalam bidang Ilmu Radiologi pada Fakultas Kedokteran Unhas.

Rosdiana menyampaikan pidato pengukuhannya dengan judul Peranan Bee-venom dalam jalur Biokimia serta Kaitannya dengan Potensi Terapeutik.

Dalam pidatonya, anggota Ikatan Sarjana Wanita Indonesia itu menyampaikan Bee-venom merupakan salah satu kekayaan alam yang ada di sekitar kita dan mempunyai potensi yang sangat besar untuk dibudidayakan, dan terbukti mengandung berbagai macam komponen dan unsur kimia yang bermanfaat sebagai apiterapi, bekerja sebagai antikoagulan yang signifikan seperti pada mekanisme primer enzim PLA2, Bee-venom mampu menghambat pertumbuhan mikrobakteri Tuberkulosis.

Selain itu, anggota Perkumpulan Biokimia dan Biologi Molekuler Indonesia ini juga menambahkan, Bee-venom memiliki kemampuan sebagai anti-inflamasi dan mensintesis mielin serta mengatur kerusakan mielin pada multipel sklerosis yang bermanfaat untuk membunuh sel kanker tanpa mengganggu sel yang sehat.

Di tempat yang sama, Bachtiar Murtala, dalam pidato pengukuhannya menyampaikan kondisi peralatan radiologi dan ahli radiologi di Indonesia saat ini belum tersebar merata, peralatan radiologi yang canggih umumnya bertumpuk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Sedangkan peralatan radiologi konvensional maupun USG pada umumnya sudah menyebar merata di berbagai tempat di Indonesia, bahkan sampai di tingkat kabupaten.

Sementara penyebaran ahli radiologi, dalam hal ketersediaan dokter ahli radiologi, kondisinya sedikit berbeda. Menurut dokter konsultan radiologi di beberapa rumah sakit swasta di Makassar, jumlah radiologi di Makassar saat ini relatif cukup berkisar 25 orang, namun penyebaran di tingkat kabupaten di Sulsel dan Sulbar jelas pincang.

Selain itu, lanjutnya, masalah radiologi selalu terkait antara peralatan dan sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

Dokter ahli Radiologi dan Radiografer harus senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, mengingat perkembangan peralatan yang sedemikian cepat.
(T.F003/Z002)