Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Kesulitan Peralatan Latihan

Selasa, 1 November 2011 19:29 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sulawesi Selatan kesulitan memenuhi permintaan atlet untuk pengadaan peralatan yang harganya sekitar Rp5 juta.

Pelatih Tenis Meja Sulsel Karyansa, di Makassar, Selasa, mengatakan bahwa minimnya perhatian pengurus menghambat persiapan menghadapi kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Yogyarakta, 1 Desember 2011.

Tidak adanya perhatian serius dari pengurus membuat peluang Sulsel meraih hasil maksimal jauh lebih sulit. Lebih parah lagi karena pelantikan pengurus untuk periode mendatang baru saja dilaksanakan.

"Harga peralatan itu sebenarnya tidak terlalu tinggi yakni sekitar Rp5 juta, namun ternyata jumlah itu masih sangat sulit diberikan Rachmat Latief, Ketua PMTSI Sulsel yang juga Kadis Kesehatan Sulsel,"katanya.

Menurut Karyansa, permintaan untuk pengadaan peralatan yakni karet net telah dilakukan sejak lama. Namun permintaan tersebut belum bisa diwujudkan Pengprov PTMSI Sulsel hingga saat ini.

Padahal, lanjut Karyansa, peralatan seperti karet net merupakan hal yang paling penting. Maklum, untuk bisa menguasai dan memahami peralatan tersebut membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Menurut Karyansa, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk pengadaan peralatan. Bahkan ia sendiri rela menjadi jaminan kepada pemilik toko agar bisa mendapatkan peralatan yang akan digunakan para atlet mematangkan persiapan.

Namun demikian, upaya keras tersebut juga gagal mengingat pemilik toko peralatan hanya akan memberikan barang dengan dana tunai.

Selain persoalan peralatan, kendala lain yang dihadapi para atlet ketika memutuskan menggelar uji coba di daerah lain. Untuk biaya akomodasi terpaksa ditanggung masing-masing atlet yang bersangkutan.

"Kita juga merasa malu dengan beberapa daerah seperti Sulut dan Sulteng yang justru telah lama memiliki peralatan tersebut," ujarnya. (T.PSO-283/S016)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026