
IPKB Sulbar Berkomitmen Gaungkan Program KB

Mamuju (ANTARA News) - Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Provinsi Sulawesi Barat Adi Arwan Alimin berkomitemn untuk menggaungkan kembali program Keluarga Berencana (KB) untuk mengantisipasi terjadinya ledakan penduduk di Indonesia terlebih di Sulbar.
"Program KB pada zaman orde baru sangat menggema di seluruh tanah air dan bahkan tergolong sangat sukses untuk menekan jumlah penduduk di Indonesia. Namun, setelah reformasi program KB nyaris mati sehingga laju penduduk semakin mengancam republik ini,"kata Adi Arwan Alimin di Mamuju, Kamis.
Beruntung kata dia, pemerintah pusat kembali membentuk organisasi BKKBN yang saat ini mulai memperlihatkan jati dirinya sebagai organasasi yang memiliki peran penting untuk mengatasi laju pertumbuhan penduduk di tanah air.
"Kita tidak bisa bayangkan berapa jumlah penduduk dan berapa jumlah kemiskinan apabila program KB tidak jalan. Kemiskinan itu meningkat akibat masyarakat ekonomi lemah tak mampu mengendalikan diri sehingga kembali menciptakan kemiskinan struktural yakni kemiskinan secara turun temurun dalam keluarga mereka,"katanya.
Adi Arwan yang juga pimpinan Koran Mandar ini mengatakan,untuk menekan laju kemiskinan maka salah satu cara ampuh adalah ikut program KB menuju keluarga yang lebih sejahtera.
"KB jalan menuju keluarga yang sejahtera karena jika masyarakat miskin tidak ikut KB maka akan menambah angka kemiskinan," terangnya.
Olehnya itu kata dia, masyarakat pra sejahtera harus diberikan pemahaman terkait manfaat program KB sehingga kemiskinan dan pertumbuhan penduduk bisa ditekan.
Ia menyampaikan, banyak manfaat apabila program KB berhasil diantaranya mampu mengatasi ketersediaan pangan di Indonesia.
"Jika penduduk meledak maka itu juga akan menjadi ancaman terhadap ketahanan pangan di Indonesia dan masih banyak dampak lain yang ditimbulkannya,"ucap Adi.
Sehingga kata dia, dengan terbentuknya IPKB Sulbar tersebut diharapkan peran wartawan untuk bisa aktif membuat tulisan yang sipatnya mendidik masyarakat di daerah ini.
"Jurnalist juga merupakan tenaga pendidik apabila ikut melakukan fungsi edukasi dalam menyampaikan informasi termasuk informasi KB,"katanya lagi.
Adi menambahkan, di tengah arus informasi yang demikian deras, baik melalui media cetak, elektronik, maupun media online, maka tentunya peran IPKB selaku mitra institusi pemerintah mampu menyebarluaskan informasi, menginternalisasi program-program kependudukan dan KB melalui berbagai tulisan, baik fiksi maupun nonfiksi yang mencerahkan, informatif, komunikatif, menarik, dan menghibur. (T.KR-ACO/M020)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
