Logo Header Antaranews Makassar

Selayar Harapkan Dukungan Budidaya Ikan Karang

Rabu, 23 November 2011 03:11 WIB
Image Print

Selayar, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, membutuhkan dukungan pusat dan provinsi dalam pengembangan budidaya ikan karang sebagai salah satu potensi ekonomi yang menjanjikan selain sektor pariwisata di Pulau Takabonerate.

"Kami berharap dapat menjadi andalan ekonomi regional dan nasional dalam budidaya ikan karang," kata Bupati Selayar Syahrir Wahab di Selayar, Selasa.

Jika tidak segera dikembangkan, ia mengaku khawatir, potensi daerah yang sangat besar tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain yang telah lebih siap melakukan pembudidayaan.

Seperti halnya, pengembangan sektor pariwisata taman laut nasional Pulau Takabonerate, budidaya ikan karang juga membutuhkan optimalisasi pengawasan dan pengendalian sumber daya alam.

Terkait penyelenggaraan Ekspedisi Pulau Takabonerate III yang tahun ini dipusatkan di Pulau Jinato, pemerintah kabupaten menekankan perlunya dukungan peningkatan aksesibilitas melalui pengembangan infrastruktur transportasi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah regulasi mengenai program kemitraan bina lingkungan dari industri pariwisata seperti yang telah beroperasi di pantai timur Pulau Takabonerate.

"Kekuatan sektor perikanan dan pariwisata telah teruji dengan bertahannya usaha resort meskipun mahal. Sehingga perlu pengembangan infrastuktur transportasi menuju Selayar yang aman, nyaman dan terjangkau," katanya.

Selain lomba mancing dan wisata menyelam, Ekspedisi Pulau Takabonerate III juga diisi dengan kegiatan penghijauan di tujuh pulau atas kerja sama pemerintah provinsi dan kabupaten.

Pulau Takabonerate merupakan salah satu ikon wisata unggulan di Provinsi Sulsel terdiri atas 21 pulau yang membentuk lingkaran yang dikelilingi terumbu karang seluas 530.765 hektar dengan luas atol kurang lebih 220.000 hektare dan telah ditetapkan sebagai taman nasional laut sejak 1992.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan taman wisata bawah laut ini memiliki tingkat keindahan di angka 35 dibandingkan Pulau Bunaken, Sulawesi Utara yang mencapai 27. Keindahan pulau ini juga telah mendapatkan pengakuan dan berada pada urutan ketiga dunia setelah Kepulauan Marshall dan Maladewa.

Terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomi tinggi seperti kerapu, cakalang, napoleon wrasse dan baronang. (T.KR-RY/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026