
YNL Deklarasikan Diri Jadi Capres

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kendati konstitusi telah menutup peluang bagi capres independen, namun hal itu tidak berlaku bagi seorang pria 41 tahun asal Buton, Yasin Nelson Lahaja (YNL).
Di depan ratusan pendukungnya, dia mendeklarasikan diri menjadi salah satu capres yang akan maju dalam pilpres pada Juni mendatang, di Makassar, Rabu.
"Semuanya mungkin. Saya tidak akan mungkin maju kalau saya tidak siap," katanya saat memberi orasi politik.
Meski tak menyebutkan secara detil, dia mengatakan, saat ini timnya sementara menyiapkan 98 strategi agar dapat lolos dalam pilpres.
Dia pun yakin, dirinya lolos kendati pintu koalisi tertutup baginya dan tim yang dibentuknya belum mendapat kejelasan akan diusung oleh pihak mana.
"Kita akan melihat keajaiban. Saya telah meminta restu pada Tuhan YME, manusia dan alam," ujarnya yang langsung diberi aplaus panjang oleh pendukungnya.
Menurutnya, ada tiga alasan atas pendeklarasian dirinya, yakni masih banyak anak bangsa yang belum bekerja sementara bangsa ini dinilainya sangat kaya, ingin membalas budi baik para pahlawan dan pemimpin bagsa, serta keyakinan bahwa dirinya adalah presiden ketujuh Indonesia.
Jika terpilih, kata dia, ada tiga misi yang akan dilaksanakannya. Yakni, memberikan pemahaman tentang eksistensi manusia, pemahaman keimanan dan pemahaman akan alam
semesta.
Dia menjelaskan, untuk menyukseskan langkahnya, sebuah tim bernama Garuda 101 telah dibentuk. Angka satu mewakili simbol manusia, angka nol menyimbolkan Tuhan dan angka satu yang lain menyimbolkan alam semesta.
"Nama Garuda saya ambil dari lambang negara kita," katanya.
Menurutnya, dirinya menaruh keprihatinan yang sangat mendalam pada kondisi terkini bangsa Indonesia, sambil memberi contoh enam juta tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri yang hanya bekerja sebagai tenaga kasar.
"Kalau saya terpilih, saya akan buka lapangan seluas-luasnya dan memulangkan mereka," ujarnya optimis.
Deklarasi YNL di Makassar tersebut merupakan yang pertama kali dilakukanya. Ia akan melanjutkan sosialisasinya di kabupaten Gowa, Sulsel, dalam acara silaturahmi akbar, kemudian dilanjutkan ke sejumlah daerah di Indonesia.
(T.PK-AAT/D009)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
