Logo Header Antaranews Makassar

Mahasiswa Sulsel Demo BHP Peringati Hardiknas

Minggu, 3 Mei 2009 00:15 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sekitar seratus mahasiswa dari berbagai kampus dan daerah memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan berunjuk rasa menuntut pemerintah segera mencabut Undsng-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP), di Monumen Mandala Makassar, Sabtu.

"UU BHP harus dicabut, jika dipraktekkan maka akan membuka ruang komersialisasi pendidikan disemua jenjang pendidikan baik negeri maupun swasta," ujar salah seorang mahasiswa dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu (HPMM) Kabupaten Enrekang, Amir.

Mereka menilai UU BHP lambat-laun akan menyulut komersialisasi pendidikan, yang berimbas pada tingginya biaya pendidikan, termasuk biaya masuk perguruan tinggi negeri yang nilainya mencapai ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah.

Para mahasiswa mengatakan jika kemersialisasi pendidikan, akan membuka pungutan liar bagi sekolah dan kampus.

Demonstran mengungkapkan, penyewaan fasilitas kampus dan sekolah untuk umum dan menarik biaya pada mahasiswa yang menggunakannya, menarik biaya parkir, biaya praktikum adalah contoh kecil dari dampak komersialisasi pendidikan.

Sementara Fron Mahasiswa Nasional (FMN) menuntut biaya kuliah murah, peningkatan fasilitas pendidikan di kampus, keterlibatan mahasiswa secara menyeluruh dalam menentukan kebijakan kampus, transparansi pengelolaan dana operasional kampus.

Di samping itu FMN meminta agar pemerintah, memberantas korupsi dalam dunia pendidikan, membuka lapangan kerja bagi sarjana dan pemuda.

Mereka menuntut anggaran 20 persen dari APBN dan APBD untuk pendidikan, sepenuhnya untuk pembiayaan operasional peserta didik, bukan untuk membiayai gaji Dosen dan Guru.

Setelah berorasi sekitar dua jam dengan tertib, para demonstran akhirnya membubarkan diri setelah menyanyikan mars mahasiswa Indonesia.
(T.PK-AAT/F003)