Logo Header Antaranews Makassar

Peminat PAUD di Majene Meningkat Drastis

Selasa, 17 Januari 2012 03:10 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Minat orang tua untuk menitip anaknya pada sekolah tingkat Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengalami peningkatan yang cukup drastis sehingga membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.

Bupati Majene, Kalma Katta di Majene, Senin, mengatakan tingginya minat orang tua untuk menitipkan anknya pada PAUD karena setelah menyaksikan beberapa anak yang lulus dari sekolah tersebut memiliki pengetahuan dan kemampuan yang tinggi dibanding anak lain yang tidak pernah dititipkan di PAUD.

"Meskipun bukan jenjang pendidikan yang diwajibkan bagi seluruh anak, namun PAUD sangat berpengaruh terhadap tahap awal pengenalan anak kepada dunia pendidikan dan bisa menjadi dasar untuk tingkat pendidikan di atasnya," ungkap Bupati.

Bukan hanya di wilayah perkotaan, minat orang tua di wilayah pedesaan untuk menitipkan anaknya pada PAUD juga semakin besar dan perlu mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) agar minat warga mampu terakomodir seluruhnya.

Kalma mengatakan, tingginya minat warga menjadi tantangan bagi pemerintah sebab selama ini ketersediaan sarana dan prasarana penunjang juga masih sangat terbatas.

"Minat orang tua menitipkan anaknya pada PAUD setiap tahunnya mengalami peningkatan sekitar 10 hingga 30 persen dan hal itu jugalah yang mengakibatkan terjadinya lonjakan anak usia PAUD secara merata di tiap kecamatan dan desa di Majene," ujarnya.

Bahkan, akibat tingginya minat orang tua dan keterbatasan sarana dan prasarana tersebut harus diantisipasi dengan cara menempatkan beberapa lokasi PAUD pada kolom rumah warga agar minat warga tidak terkesan diabaikan.

"Selain keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan tenaga pengajar juga menjadi penghambat karena Pemkab Majene harus mengalokasikan anggaran secara khusus kepada tenaga pengajar agar tetap menjalankan aktivitasnya setiap hari," ungkapnya.

Kalma berharap, hal ini menjadi perhatian pemerintah pusat untamanya melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) untuk memfasilitasi tingginya minat warga tersebut melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Diakui, Pemkab Majene tidak memiliki alokasi anggaran yang memadai untuk mengakomodir seluruh sarana, prasarana, dan tenaga pengajar di tiap kecamatan maupun desa sehingga program PAUD bisa berjalan maksimal.
(T.KR-AAT/Y006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026