
Pertumbuhan Sektor Pertanian di NTT 1,43 Persen

Kupang (ANTARA News) - Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur Poltak Sutrisno Siahaan mengatakan sektor pertanian di provinsi kepulauan ini mengalami pertumbuhan sekitar 1,43 persen pada triwulan IV 2011, setelah mengalami penurunan -1,12 persen pada triwulan III.
"Pertumbuhan sektor pertanian tersebut karena didorong oleh pertumbuhan sub sektor perkebunan sebesar 5,93 persen dan kehutanan sekitar 3,62 persen," katanya di Kupang, Rabu, ketika menjelaskan tentang pertumbuhan ekonomi NTT 2011 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan IV 2011.
Ia menambahkan sub sektor perikanan mengalami pertumbuhan sekitar 3,47 persen, peternakan 3,16 persen, sementara tanaman bahan makanan mengalami kontraksi sebesar -1,24 persen, sektor pertambangan-penggalian tumbuh 2,07 persen, sedang sektor industri pengolahan 2,73 persen.
Selanjutnya, sektor listrik dan air bersih tumbuh 5,65 persen, sektor konstruksi mengalami pertumbuhan 1,96 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran 2,23 persen, pengangkutan-komunikasi 2,14 persen, keuangan-persewaan-jasa perusahaan 5,85 persen, serta jasa-jasa 4,78 persen.
Ia menjelaskan jika dihitung berdasarkan dasar harga berlaku maka sektor ekonomi yang menunjukkan perubahan nilai tambah bruto pada triwulan IV 2011 adalah sektor jasa sebesar Rp120,57 miliar, sektor pertanian Rp73,51 miliar, sektor perdagangan hotel dan restoran Rp51,48 miliar, sedang sektor keuangan, persewaan dan jasa-jasa perusahaan Rp19,86 miliar.
Sektor konstruksi, kata dia, memberi nilai tambah sebesar Rp18,24 miliar, sektor pengangkutan dan komunikasi Rp12,92 miliar, industri pengolahan sebesar Rp4,86 miliar, pertambangan dan penggalian Rp3,16 miliar, sementara listrik dan air bersih hanya mampu memberi konstribusi sebesar Rp2,21 miliar.
Siahaan menambahkan perhitungan atas dasar harga konstan 2000 juga memberikan pola perubahan nilai tambah yang berbeda untuk tiga sektor terbesar, yakni jasa-jasa Rp42,16 miliar, perdagangan, hotel dan restoran Rp13,29 miliar, dan pertanian Rp17,00 miliar.
Sedangkan enam sektor lainnya mengalami pergeseran masing-masing sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan Rp7,75 miliar, pengangkutan dan komunikasi Rp5,47 miliar, bangunan/konstruksi Rp4,20 miliar, industri pengolahan Rp1,32 miliar, pertambangan dan penggalian Rp0,95 miliar dan sektor listrik gas dan air bersih sebesar Rp0,86 milyar.
Ia mengatakan lebih dari tiga perempat bagian PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan IV 2011 berasal dari tiga sektor terbesar yaitu pertanian, jasa-jasa, dan perdagangan.
Ia menambahkan masing-masing sektor memberikan kontribusi 35,79 persen, 26,38 persen, dan 17,39 persen terhadap PDRB. (T.L003/E005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
