
Anggaran Pembangunan Pasar Somba Terancam Dialihkan
Minggu, 12 Februari 2012 16:33 WIB

Wakil Bupati Majene, Fahmi Massiara di Majene, Minggu, mengatakan, pemerintah kabupaten (Pemkab) Majene telah menggolontorkan anggaran untuk melakukan rehabilitasi pembangunan pasar tradisional di Somba sekitar 30 kilometer dari kota Majene.
"Jika lahan di atas bangunan pasar tradisional Somba belum menuai titik terang setelah adanya saling klaim antara pemangku hadat dengan oknum yang juga mengklaim sebagai pemilik lahan tersebut, pemerintah pasti mengalihkan ke daerah lain," kata Fahmi Massiara.
Kendati demikian, kata dia, pemerintah tetap mengupayakan tidak mengalihkan anggaran itu ke daerah lain apabila masih memungkinkan untuk dibangun di daerah Somba.
"Sebenarnya pemerintah telah dua kali merencanakan untuk merehab total pembangunan pasar tradisional di Somba. Namun, pada tahun anggaran yang lalu terpaksa kami alihkan ke Pellattoang, Kecamatan Tammero'do Sendana," ungkapnya.
Fahmi Massiara menganjurkan agar oknum yang mengklaim sebagai pemilik lahan ini mengakhiri niatnya untuk meminta ganti rugi kepada pemerintah.
"Sebenarnya sebagain besar masyarakat yang bermukim di Lingkungan Lembang, Desa Limbua, menghendaki agar pasar ini tetap dibangun. Namun, ada oknum yang kerap mempersulit pemerintah dengan meminta ganti rugi lahan," ucapnya.
Ia menambahkan, pemerintah tidak mungkin lagi melakukan ganti rugi lahan sebab pemangku hadat telah menghibahkan tanah itu saat pembangunan pasar beberapa puluh tahun yang silam.
Sementara itu, ahli waris pemangku hadat, Masruhim Parrukkai, mengatakan bahwa masyarakat tetap mendukung agar pemerintah tetap membangun pasar tradisional tanpa harus ada ganti rugi lahan.
"Kami telah menyerahkan sebidang tanah sejak pembangunan pasar dilaksanakan. Namun, kenapa tiba-tiba ada pembayaran ganti rugi lahan saat pemerintah hendak melakukan rehab bangunan?", ujarnya.
Ia mengatakan bahwa masyarakat hadat tidak ingin ada proses ganti rugi lahan karena implikasinya berpotensi menimbulkan konflik sosial. (T.KR-ACO/D007)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
