
Sulsel Minta Persoalan "Atlet Bayaran" Segera Tuntas
Selasa, 14 Februari 2012 14:47 WIB

Wakil Ketua Pelti Sulsel Andi Marzuki Wadeng di Makassar, Selasa, mengatakan, dengan dikeluarkannya keputusan resmi maka pihaknya bisa lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi PON XVIII Riau 2012.
Keinginan segera mengetahui nasib tim tenis Sulsel di PON juga terkait agenda Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel yang dalam waktu dekat akan mengukuhkan atlet bayangan PON XVIII 2012.
"Kita yakin protes yang dilayangkan terkait penggunaan atlet yang tidak sesuai prosedur oleh tim Papua Barat bisa dikabulkan badan arbitrase. Makanya lebih cepat keputusan keluar justru lebih baik," jelasnya.
Pelatih Tenis Sulsel Yusnadi sebelumnya mengatakan, pihaknya memiliki bukti kuat bahwa atlet yang memperkuat tim putra Papua Barat di pra-PON 2011 merupakan atlet asal Jawa Barat.
Salah satunya, kata Yusnadi, mengingat atlet yang bersangkutan sempat berhadapan dengan atlet Sulsel di Pekan Olahraga Pelajar (Popnas) 2011.
Ketentuan olahraga, lanjutnya, setiap atlet baru bisa memperkuat tim lain jika kepindahan atlet yang bersangkutan sudah berlangsung minimal dua tahun.
"Kepindahannya dipastikan menyalahi prosedur sehingga tidak ada alasan lain untuk tidak mendiskualifikasinya. Mudah-mudahan badan arbitrase bisa bersikap profesional dalam memutuskan persoalan itu," katanya.
Menghadapi babak kualifikasi PON 2011, Sulsel menurunkan delapan atlet yang terdiri dari empat putra dan empat putri.
Untuk putra terdiri dari Reynold Irwan, Rijal, Arham Hadidarma dan Aswan. Sedangkan untuk putri diikuti Nur Oktaviani, Indi Rajab, Sri Rahayu dan Arfany. (T.KR-DF/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
