
Spartan Unjukrasa di KPU Sulsel

Makassar (ANTARA Sulsel) - Ratusan orang yang tergabung dalam Sukarelawan Pejuang Rakyat untuk Pembebasan Tanah Air (Spartan), melakukan unjukrasa di Kantor KPU Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu siang.
Unjukrasa yang berlangsung dalam pengawalan ketat aparat kepolisian tersebut, menuntut sejumlah hal. Pertama, mendesak diadakan pemutakhiran data DPT sebelum Pilpres, melalui verifikasi dan diumumkan kepada publik.
Kedua, memberi kemudahan bagi seluruh rakyat untuk menggunakan hak pilihnya, seperti pendirian TPS di sekolah, kampus, dekat pabrik, RSU, pasar dan mal, penjara (LP), tempat lokalisasi, bandara dan pelabuhan.
Ketiga, pelibatan rakyat dan organisasi-organisasi massa dalam mengawasi, mengontrol dan menyaksikan pemungutan suara, penghitungan suara hingga protes rekapitulasi suara.
Keempat, mengajak seluruh organisasi-organisasi rakyat dan partai politik bersama-sama membangun persatuan nasional untuk perjuangan kemandirian bangsa.
Menurut Koordinator Spartan, Muhammad Anshar, Pemilu 2009 diindikasikan banyaknya dugaan pelanggaran.
Dia juga menilai, komposisi legislatif dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DPD yang dihasilkan Pemilu 2009 tidak mendapat legitimasi karena banyak pemilih yang tidak terdaftar DPT.
Menurut dia, pemilu gagal mengekspresikan aspirasi dan kehendak politik rakyat karena tersabotase oleh manipulasi.
Anggota KPU Sulsel, Syamsir Rahim yang menerima pengunjukrasa mengatakan, akan menindaklanjuti temuan-temuan kecurangan asal disertai bukti kuat.
Pihaknya juga mengharapkan masyarakat proaktif dengan segera mendaftarkan diri jika tidak terdaftar di DPT.
(T.PK-AAT/S023)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
