Logo Header Antaranews Makassar

Himapa Desak Camat Papalang Dicopot

Rabu, 7 Maret 2012 02:57 WIB
Image Print
Mamuju (ANTARA News) - Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Papalang atau Himapa mendesak Camat Papalang, Syarifuddin Saad S.Sos, dicopot dari jabatannya.

"Mahasiswa yang tergabung dalam Himapa, mendesak Camat Papalang Syarifuddin S.Sos dicopot dari jabatannya karena diduga menggelapkan dana bantuan beras miskin (raskin) di Kecamatan Papalang pada tahun 2010,"kata Tasbih Maliek salah seorang aktivis Himapa di Mamuju, Selasa.

Ia mengatakan, Syarufuddin S.Sos Camat Papalang, yang saat ini juga menjabat sebagai pelaksana tugas di Desa Papalang harus dicopot dari jabatannya, sebagai kepala Desa Papalang, karena juga diduga terindikasi menyalahgunakan Alokasi Dana Desa (ADD) Papalang.

Ia juga mengatakan, Camat Papalang itu juga menghambat pelaksanaan pemilihan desa (Pilkades) di Desa Papalang, karena hingga saat ini, dirinya sebagai pelaksana tugas pilkades Papalang, belum menentukan jadwal dan teknis pelaksanaan pilkades Papalang.

"Pelaksanaan pilkades di Desa Papalang untuk menetapkan kepala desa defenitif belum dilaksanakan di Desa Papalang, nama-nama kandidat calon kepala desa Papalang juga belum ditentukan padahal itu penting dilaksanakan demi maksimalnya pelayananan pemerintahan di Desa Papalang,"katanya.

Oleh karena itu ia meminta agar pemerintah di Mamuju segera mencopot camat Papalang tersebut dari jabatannya baik sebagai camat maupun sebagai pelaksana tugas di Desa Papalang,

"Syarifuddin harus dicopot karena tidak memberikan pelayanan pembangunan baik kepada masyarakat karena menyalahgunakan anggaran pemerintah untuk pembangunan dan kesejahteraan dimasyarakat, dengan menggelapkan raskin dan ADD"katanya.

Selain itu juga menghambat maksimalnya pelayanan pemerintahan karena tidak segera menggelar pilkades di Desa Papalang.

Ia mengancam jika tuntutannya tidak dipenuhi maka mahasiswa di asal Kecamatan Papalang di Mamuju akan terus melakukan aksi unjuk rasa. (T.KR-MFH/Y006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026